Tudiyono Ketua PC SPAMK FSPMI Bekasi : Pemimpin Organisasi Harus Mengedepankan Pikiran, Bukan Perasaan

Tudiyono Ketua PC SPAMK FSPMI Bekasi : Pemimpin Organisasi Harus Mengedepankan Pikiran, Bukan Perasaan

‎Bekasi, KPonline – Pesan penyemangat sekaligus refleksi kepemimpinan disampaikan Tudiyono, Ketua Pimpinan Cabang (PC) SPAMK FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi, saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Musyawarah Unit Kerja (Musnik) PUK PT NT Indonesia, Minggu (01/11/2026), bertempat di Hotel Louis Kienne.
‎
‎Dalam sambutannya, Tudiyono menyampaikan pesan mendalam tentang bagaimana seharusnya seseorang menempatkan diri ketika dipercaya menjadi pemimpin dalam sebuah organisasi.
‎
‎Menurutnya, seorang pemimpin harus siap menghadapi berbagai kesalahan, persoalan, kritik, hingga kekecewaan selama menjalankan amanah organisasi.
‎
‎Ia mengingatkan bahwa organisasi sebaiknya tidak ditempatkan di dalam hati, melainkan cukup di dalam pikiran.
‎
‎”Kalau pemimpin adalah tempatnya salah, maka dari itu apabila menjadi pemimpin organisasi jangan menempatkan organisasi di hati, tetapi cukup letakkan di pikiran. Karena kalau diletakkan di hati, apabila suatu saat kecewa, maka akan sakit hati,” ungkap Tudiyono
‎
‎Lebih lanjut, Tudiyono menjelaskan bahwa kekecewaan yang tidak dikelola dengan baik dapat berubah menjadi persoalan baru dalam organisasi. Bahkan, seseorang yang pernah menjadi pemimpin berpotensi menjelekkan pemimpin berikutnya akibat rasa sakit hati dan kekecewaan yang masih tersimpan.
‎
‎”Ketika sakit hati, itu bisa menjadi kompor untuk menjelekkan pemimpin yang menggantikannya. Tetapi kalau organisasi diletakkan di pikiran, apabila ada masalah cukup dipikirkan, besok akan dilupakan, dan setelah itu kita kembali menjalankan tanggung jawab,” lanjutnya.
‎
‎Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan dalam organisasi bukan tentang kepentingan pribadi, jabatan, ataupun perasaan semata. Melainkan tentang kedewasaan dalam berpikir.
‎
‎kemampuan menerima perbedaan, serta kesediaan untuk tetap bertanggung jawab meskipun tidak lagi berada dalam posisi kepemimpinan.
‎
Tudiyono berharap, melalui Musnik ini, seluruh peserta dapat membangun organisasi yang semakin dewasa, solid, dan mampu melahirkan regenerasi kepemimpinan yang berintegritas.
‎