Bekasi, KPonline – Ketua Bidang Organisasi, Aksi dan Politik (Bidang 1) PC SPAI FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi, Bung Amier Mahfuz, S.E., memaparkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat Organisasi melalu konsolidasi, membenahi struktur organisasi, meningkatkan kaderisasi serta membangun manajemen aksi yang lebih terencana dan terkoordinasi.
Agenda tersebut disampaikan Amier dalam Rapat Konsolidasi dan Pengukuhan Biro Bidang 1 yang berlangsung di RM Dara Sederhana, Cibitung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Sabtu (31/10/2026).
Dalam pemaparannya, Amier menegaskan bahwa Bidang 1 harus mengambil peran aktif sebagai penggerak penguatan organisasi melalui program kerja yang terarah, terukur dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut dia mengusulkan sejumlah agenda konsolidasi yang melibatkan jajaran Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Unit Kerja (PUK).
Salah satu agenda yang akan diinisiasi adalah rapat konsolidasi antara Pimpinan Cabang (PC) Bidang 1 dan seluruh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Bidang 1 secara rutin setiap tiga bulan sekali. Selain itu, Amier juga menggagas penyelenggaraan konsolidasi akbar yang mempertemukan seluruh jajaran pengurus PUK dan Pimpinan Cabang (PC) SPAI FSPMI Kabupaten/kota Bekasi dalam satu forum bersama.
Menurutnya, forum konsolidasi tersebut memiliki peran penting untuk membangun komunikasi menyatukan langkah perjuangan, serta memperkuat koordinasi antartingkatan struktur organisasi. Dengan komunikasi yang berjalan secara rutin, setiap perkembangan dan persoalan organisasi dapat dibahas bersama sehingga seluruh perangkat organisasi memiliki pemahaman dan arah gerak yang sama.
Tidak hanya melalui forum rapat, Amier juga menggagas penyelenggaraan Jambore Bidang 1 dengan konsep Camping Ground selama dua hari satu malam. Kegiatan tersebut direncanakan memuat pendidikan dan pembinaan dengan materi setingkat Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).
Ia berharap jambore tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, peningkatan kapasitas kepemimpinan, penanaman solidaritas, serta penguatan jiwa kader bagi anggota dan perangkat organisasi. Melalui konsep pembinaan tersebut, Bidang 1 diharapkan mampu menyiapkan kader-kader yang memiliki kesiapan untuk menjalankan tanggung jawab organisasi.
Pada aspek tata kelola organisasi, Amier turut menekankan pentingnya pembenahan administrasi dan kelengkapan data organisasi di seluruh PUK. Ia meminta setiap PUK memastikan ketersediaan data struktur kepengurusan komisaris pabrik secara lengkap, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, hingga anggota. Selain itu, setiap PUK juga perlu mendokumentasikan berbagai kegiatan organisasi sebagai bagian dari laporan perkembangan organisasi.
“Jangan sampai ketika pimpinan di atas meminta data komisaris atau perkembangan organisasi, kita tidak bisa memberikan jawaban. Karena itu, data harus lengkap dan kita harus saling mengontrol,” tegas Amier dalam pemaparannya.
Sebagai bagian dari jajaran pengurus PC, Amier menyampaikan komitmennya untuk membangun sistem kontrol bersama seluruh PUK. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu PC memantau perkembangan struktur, kelengkapan administrasi, serta aktivitas organisasi di setiap unit kerja. Dengan demikian, setiap perkembangan organisasi dapat diketahui, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan secara jelas.
Selain pembenahan struktur dan administrasi, Amier juga menyoroti pentingnya edukasi serta konsolidasi politik bagi perangkat dan kader organisasi. Menurutnya, Bidang 1 perlu meningkatkan pemahaman politik organisasi agar anggota dan pengurus mampu membaca dinamika perjuangan serta memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan kaum buruh.
Di sisi lain, ia menilai manajemen aksi juga perlu mendapat perhatian serius. Setiap kegiatan aksi harus memiliki perencanaan yang matang, koordinasi yang jelas, serta kesiapan perangkat organisasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan manajemen aksi yang baik, organisasi dapat membangun gerakan yang lebih terarah dan terorganisasi dalam menghadapi berbagai dinamika perjuangan.
Seluruh gagasan tersebut akan menjadi bagian dari penyusunan dan pelaksanaan program kerja Bidang 1 ke depan. Dalam pelaksanaannya, Amier juga menekankan pentingnya memperkuat peran biro sebagai perangkat pendukung bidang agar setiap agenda organisasi dapat berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Melalui berbagai program tersebut, Amier mendorong Bidang 1 untuk tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mengambil peran nyata sebagai motor penggerak konsolidasi, kaderisasi, pembenahan struktur, serta penguatan gerakan organisasi.
Ia menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kesiapan kader, tertibnya administrasi, soliditas antarperangkat, serta komunikasi dan konsolidasi yang berjalan secara berkelanjutan.
Dengan agenda kerja yang terencana dan keterlibatan aktif seluruh perangkat organisasi, Bidang 1 diharapkan mampu membangun fondasi organisasi yang lebih tertib, solid, dan siap menghadapi berbagai tantangan perjuangan ke depan.