Bertukar Gagasan, Perkuat Perjuangan: Catatan FSPMI PARIN dari Forum P3J

Bertukar Gagasan, Perkuat Perjuangan: Catatan FSPMI PARIN dari Forum P3J

Probolinggo, KPonline – Menjalankan organisasi serikat pekerja tidak hanya membutuhkan kekompakan internal, tetapi juga wawasan, pengalaman, dan kemampuan membaca perkembangan hubungan industrial di perusahaan lain. Hal inilah yang terus diupayakan PUK SPLP FSPMI PT Pakarti Riken Indonesia (PARIN) dengan aktif mengikuti berbagai forum komunikasi antar serikat pekerja.

 

Bacaan Lainnya

Pada Sabtu (31/10/2026), sebanyak tujuh orang anggota PUK SPLP FSPMI PT PARIN menghadiri Forum tiga bulanan Pekerja Perusahaan Jepang (P3J) yang diselenggarakan di Probolinggo. Forum rutin ini mempertemukan perwakilan serikat pekerja dari 14 perusahaan Jepang yang tergabung di dalamnya.

 

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masing-masing serikat pekerja untuk bertemu, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan dan praktik hubungan industrial di perusahaan masing-masing.

 

Dalam forum tersebut, para peserta menyampaikan kegiatan organisasi, langkah advokasi, hingga berbagai upaya yang telah dilakukan untuk memperjuangkan kepentingan anggota. Dari pertukaran pengalaman itu, muncul sejumlah poin penting yang dapat menjadi bahan pembelajaran dan diterapkan sesuai dengan kondisi di perusahaan masing-masing.

 

Sekretaris PUK SPLP FSPMI PT PARIN, Maimun Toha, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam forum P3J memberikan sejumlah informasi dan wawasan baru yang bermanfaat bagi pengurus maupun anggota.

 

Salah satu informasi yang menarik perhatian adalah penerapan fasilitas cuti panjang di salah satu perusahaan Jepang. Pekerja dengan masa kerja delapan tahun mendapatkan hak cuti panjang selama 17 hari kerja, sedangkan pekerja dengan masa kerja sepuluh tahun memperoleh 20 hari kerja.

 

Selain itu, forum juga membahas praktik penerapan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di salah satu perusahaan peserta. Dalam praktik tersebut, ketentuan PKB diberlakukan khusus bagi pekerja yang menjadi anggota serikat pekerja, sehingga pekerja yang tidak tergabung dalam serikat tidak memperoleh hak berdasarkan PKB tersebut.

 

Menurut Maimun Toha, berbagai informasi tersebut menjadi catatan penting bagi PUK PARIN. Sebab, praktik yang telah berjalan di perusahaan lain dapat menjadi referensi dan inspirasi ketika nantinya melakukan perundingan PKB bersama manajemen PT PARIN.

 

“Melalui forum ini, kami mendapatkan beberapa poin penting yang nantinya bisa menjadi bahan untuk diterapkan di perusahaan. Kami juga memperoleh informasi mengenai hal-hal yang sudah berjalan di perusahaan Jepang lainnya, sehingga bisa menjadi inspirasi ketika melakukan perundingan PKB dengan pengusaha,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, manfaat forum P3J tidak hanya sebatas memperoleh informasi. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi wadah untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman advokasi, serta saling memberikan masukan ketika menghadapi persoalan hubungan industrial di perusahaan masing-masing.

 

Keikutsertaan tujuh anggota PUK PARIN dalam forum P3J merupakan bagian dari kerja-kerja organisasi yang terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan anggota.

 

Bagi organisasi serikat pekerja, memperkuat perjuangan tidak selalu harus dimulai dari aksi atau perundingan. Mengumpulkan informasi, mempelajari praktik baik di perusahaan lain, membangun komunikasi, dan memperluas jaringan ant serikat pekerja juga merupakan bagian penting dari perjuangan.

 

Melalui kegiatan seperti ini, pengurus PUK PARIN berupaya membuka lebih banyak ruang pembelajaran agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi dapat dibagikan kepada anggota lainnya.

 

Bagi pekerja yang belum bergabung dengan serikat, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa organisasi serikat pekerja memiliki ruang untuk terus berkembang melalui jaringan, pendidikan, dan pertukaran pengalaman dengan serikat pekerja dari perusahaan lain.

 

Harapannya, semakin banyak pekerja memahami pentingnya berserikat. Sebab, semakin luas pengetahuan dan semakin kuat jaringan organisasi, semakin besar pula peluang serikat pekerja untuk membangun posisi tawar dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja.

 

Bagi PUK PARIN, mengikuti forum P3J bukan sekadar menghadiri pertemuan rutin, melainkan bagian dari investasi pengetahuan untuk memperkuat perjuangan dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

Pos terkait