P3J Gelar Pertemuan Tiga Bulanan di Probolinggo, Perkuat Soliditas dan Konsolidasi Perjuangan Buruh

P3J Gelar Pertemuan Tiga Bulanan di Probolinggo, Perkuat Soliditas dan Konsolidasi Perjuangan Buruh

Probolinggo, KPonline – Paguyuban Pekerja Perusahaan Jepang (P3J) kembali menggelar agenda pertemuan rutin tiga bulanan. Kali ini, PUK PT Indopherin Jaya bertindak sebagai tuan rumah dalam kegiatan yang berlangsung di Pondok Gabriella, Blok V No. 9, Curah Grinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026).

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 14 PUK anggota P3J, di antaranya PUK Parin, Hisamitsu, Ajinomoto, ISEKI, YEMI, Otsuka, Meiji, PAI, serta sejumlah PUK lainnya.

 

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat komunikasi, sekaligus menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan perjuangan kaum buruh ke depan.

 

Dalam sambutannya, Ketua DPC SPSI Kota Probolinggo, Donal, menyampaikan bahwa perjuangan kaum buruh saat ini semakin berat. Menurutnya, meskipun secara de jure telah disahkan undang-undang baru terkait perlindungan ketenagakerjaan, secara de facto perjuangan tetap harus dilakukan oleh para pekerja dan pengurus serikat pekerja di tingkat perusahaan.

 

Ia juga menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi dalam perjuangan upah tahun 2027. Hingga saat ini, rumusan terkait kebijakan pengupahan tersebut belum keluar sehingga diperlukan kesiapan dan konsolidasi dari seluruh elemen serikat pekerja.

 

“Perjuangan kita sebagai buruh semakin berat. Walaupun secara de jure undang-undang perlindungan ketenagakerjaan telah disahkan, secara de facto kita yang ada di sinilah yang harus terus berjuang,” ungkapnya.

 

Donal berharap forum komunikasi P3J tetap terjaga dengan baik, semakin solid, kompak, dan mampu berkembang menjadi wadah perjuangan yang lebih kuat.

 

Menurutnya, keberhasilan tidak mungkin diraih apabila setiap kelompok berjuang sendiri-sendiri. Dibutuhkan kebersamaan, komunikasi, dan kekuatan kolektif untuk menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan.

 

Sementara itu, Ketua PUK Indopherin Jaya, Agus Salim, selaku tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota P3J yang telah meluangkan waktu untuk hadir.

 

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, mengingat PUK Indopherin Jaya baru pertama kali menjadi tuan rumah agenda pertemuan tiga bulanan P3J.

 

“Terima kasih banyak kepada seluruh anggota P3J yang sudah hadir. Mohon maaf apabila tempat dan penyelenggaraan kegiatan ini masih sederhana, karena kami baru pertama kali mengadakan kegiatan seperti ini,” ujar Agus Salim.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua P3J, Budiono, menyampaikan harapannya agar seluruh perjuangan yang dilakukan oleh anggota paguyuban tidak menjadi sesuatu yang sia-sia. Ia berharap setiap ikhtiar dan pengorbanan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dapat menjadi amal kebaikan.

 

Budiono juga kembali menegaskan pentingnya peran pengurus PUK dalam mengawal implementasi regulasi ketenagakerjaan. Menurutnya, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, meskipun secara de jure terdapat regulasi yang memberikan perlindungan kepada pekerja, perjuangan nyata tetap berada di tangan para pengurus dan anggota serikat pekerja di masing-masing perusahaan.

 

Pertemuan tiga bulanan P3J ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi, bertukar gagasan, serta memperkuat solidaritas antar-PUK.

 

Dengan semangat kebersamaan, P3J diharapkan semakin kokoh dalam menghadapi tantangan hubungan industrial, khususnya menyongsong perjuangan pengupahan tahun 2027.

Pos terkait