Rakernas KSBSI, Said Iqbal Soroti Perjuangan Politik Buruh

Rakernas KSBSI, Said Iqbal Soroti Perjuangan Politik Buruh
Presiden KSPI dan Presiden Partai Buruh sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal | foto by Ocha Hermawan

Jakarta, KPonline-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal bersama Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Suparno hadir dalam rapat kerja nasional (Rakernas) KSBSI pimpinan Johannes Dartha Pakpahan.

Kehadiran Said Iqbal yang juga merupakan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh dalam forum yang diselenggarakan di Hotel Asyana Pemuda Jakarta pada Rabu (23/9/2026) tersebut menjadi perhatian. Karena posisinya saat ini berada di dua ruang sekaligus, yakni sebagai pimpinan organisasi buruh dan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Dalam sambutannya, Said Iqbal menekankan pentingnya solidaritas dan persatuan gerakan buruh dalam memperjuangkan kepentingan pekerja. Ia menyebut KSBSI dan para aktivis buruh yang hadir sebagai bagian dari koalisi besar perjuangan buruh Indonesia.

Said juga menyampaikan penghormatannya kepada keluarga dan penerus perjuangan almarhum Mochtar Pakpahan, salah satu tokoh penting dalam sejarah gerakan buruh Indonesia. Ia menyebut Johannes Dartha Pakpahan sebagai sahabat sekaligus bagian dari generasi penerus perjuangan tersebut.

Menurut Said, perjuangan buruh tidak hanya berlangsung melalui serikat pekerja, tetapi juga membutuhkan keterlibatan Partai dalam proses politik dan pembentukan kebijakan.

“Partai itu kekuasaan. Kita boleh berdebat apakah buruh harus berpolitik atau tidak. Tetapi tanpa partai, Anda tidak bisa berkuasa, tidak bisa membuat undang-undang dan tidak bisa membuat kebijakan-kebijakan agar orang miskin bisa terangkat,” kata Said Iqbal.

Said kemudian menguraikan pandangannya mengenai hubungan antara gerakan serikat pekerja dan partai politik. Ia menyebut sejumlah negara industri yang memiliki partai buruh atau partai sosial demokrat sebagai contoh bahwa gerakan buruh dapat menggunakan jalur politik untuk memperjuangkan kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan pekerja.

Ia mencontohkan keberadaan Partai Buruh di Inggris serta partai sosial demokrat di sejumlah negara Eropa.

Bagi Said, perjuangan melalui organisasi buruh dan perjuangan jalur politik melalui Partai bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya, menurut dia, dapat berjalan beriringan untuk mendorong perubahan kebijakan.

Pandangan tersebut, lanjut Said, juga merupakan bagian dari pemikiran yang ia warisi dari Mochtar Pakpahan. Ia mengaku selama bertahun-tahun mendalami gagasan tersebut dan melihat perjuangan politik melalui Partai Buruh sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat posisi kaum buruh.