Bintan, KPonline-Rangkaian Road Show Nasional Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bertema “Menyatukan Suara, Menguatkan Perjuangan” memasuki titik ke-10 di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Rabu, (12/8/2026).
Konsolidasi ini menjadi momentum untuk memperkuat barisan organisasi sekaligus membangkitkan semangat anggota dalam menghadapi berbagai tantangan perjuangan kaum buruh.
Dalam agenda tersebut, Presiden FSPMI Suparno, didampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Kepulauan Riau Suprapto, Ketua KC FSPMI Kabupaten Bintan Salmon, serta Ketua Pimpinan Cabang (PC) Serikat Pekerja Elektronik Elektrik (SPEE) FSPMI Bintan Indra, bertemu dan berdialog dengan anggota FSPMI di Kabupaten Bintan.
Di hadapan anggota, Suparno memberikan semangat agar seluruh kader dan anggota terus menjaga kekuatan organisasi. Menurutnya, FSPMI harus tetap menjadi alat perjuangan yang digunakan kaum buruh untuk memperjuangkan kepentingan, hak, dan kesejahteraannya.
“Saya ingin seluruh anggota Bintan terus menjaga FSPMI. Jangan sampai organisasi ini kehilangan arah. FSPMI harus tetap menjadi alat perjuangan kaum buruh di Bintan, tempat kita bersatu dan memperjuangkan kepentingan pekerja,” tegas Suparno.
Suparno juga mengingatkan pentingnya menjaga idealisme gerakan buruh. Menurutnya, kekuatan organisasi pekerja tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh keberanian untuk mempertahankan prinsip dan tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan modal.
“Jaga idealisme. Jangan sampai kepala buruh dibeli oleh kapitalis. Kalau kepala kita sudah bisa dibeli, maka perjuangan kita akan kehilangan arah. Kita boleh berdialog dengan siapa saja, tetapi jangan pernah menjual prinsip perjuangan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam konsolidasi di Bintan. FSPMI menilai bahwa perubahan dunia ketenagakerjaan membutuhkan organisasi pekerja yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga memiliki kader-kader yang mampu mempertahankan independensi dan keberpihakan kepada kepentingan pekerja.
Konsolidasi di Bintan sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pimpinan nasional, pimpinan wilayah, pimpinan cabang, dan anggota. Kehadiran pimpinan dari berbagai tingkatan menunjukkan bahwa kekuatan organisasi dibangun dari keterhubungan antara pusat dan basis perjuangan di daerah.
Road Show Nasional FSPMI terus bergerak dari satu daerah ke daerah lainnya dengan membawa semangat yang sama: “Menyatukan Suara, Menguatkan Perjuangan.” Setiap pertemuan menjadi momentum untuk memperkuat organisasi, mendengar suara anggota, dan memastikan FSPMI tetap berdiri sebagai alat perjuangan kaum buruh.
Dari Bintan, pesan perjuangan kembali ditegaskan: “Organisasi harus dijaga, idealisme harus dipertahankan, dan perjuangan buruh tidak boleh diperjualbelikan.”



