Semarang, KPonline – Dalam rangka memperkuat kapasitas kader sekaligus meningkatkan kemampuan organisasi dalam melakukan pengorganisasian pekerja, PCAI Surabaya mengirimkan kadernya, Ahmad Musta’in, S.H., untuk mengikuti Training Organizing yang diselenggarakan di Hotel HORISON, Jl. MT. Haryono No. 32–38, Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu-Minggu (26-27/9/2026).
Kegiatan Training Organizing menjadi salah satu langkah strategis dalam membekali kader dengan pengetahuan, keterampilan, serta metode pengorganisasian yang dapat diterapkan secara nyata di lingkungan kerja. Pengorganisasian tidak hanya berkaitan dengan bagaimana mengajak pekerja yang belum berserikat untuk bergabung dalam serikat pekerja, tetapi juga bagaimana menjaga, merawat, dan mengembangkan anggota yang sudah berada di dalam organisasi.
Ahmad Musta’in menyampaikan bahwa pengorganisasian merupakan bagian penting dalam membangun dan memperkuat kekuatan serikat pekerja.
Ia juga menegaskan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya berserikat dan aktif dalam organisasi, semakin besar pula ruang bagi pekerja untuk menyampaikan aspirasi serta memperjuangkan hak dan kepentingannya secara bersama-sama.
Membangun Komunikasi dan Kepercayaan
Dalam proses mengorganisir pekerja yang belum berserikat, seorang organizer dituntut mampu membangun komunikasi yang baik. Pendekatan tidak dilakukan semata-mata dengan mengajak pekerja menjadi anggota, tetapi diawali dengan mendengarkan persoalan, kebutuhan, serta keresahan yang dihadapi pekerja di tempat kerja.
Melalui komunikasi tersebut, kader dapat memberikan pemahaman mengenai manfaat berserikat, pentingnya solidaritas, serta peran serikat pekerja sebagai wadah bersama dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan pekerja.
Proses pengorganisasian juga membutuhkan kemampuan membangun kepercayaan, kesadaran, keberanian, serta rasa memiliki terhadap organisasi. Pekerja perlu memahami bahwa serikat pekerja bukan sekadar tempat meminta bantuan ketika menghadapi persoalan, tetapi merupakan wadah bersama untuk membangun kekuatan dan memperjuangkan kepentingan anggota.
Tidak Hanya Menambah Anggota, tetapi Menguatkan Anggota.
Sementara itu, terhadap pekerja yang sudah menjadi anggota serikat, pengorganisasian dilakukan dengan menjaga komunikasi dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam kegiatan PUK.
Kader perlu memahami kondisi anggota, mendengarkan aspirasi, mengidentifikasi persoalan di masing-masing area kerja, serta mendorong anggota agar tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga memiliki kesadaran dan kemauan untuk aktif dalam kegiatan organisasi.
Salah satu tantangan dalam memperkuat keanggotaan PUK adalah mengubah anggota yang masih pasif menjadi anggota yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan rasa tanggung jawab terhadap organisasi. Untuk itu, diperlukan komunikasi yang berkelanjutan, pendidikan organisasi, kaderisasi, serta kegiatan yang mampu membangun solidaritas dan kebersamaan antaranggota.
Organizing bukan hanya bagaimana menambah jumlah anggota, tetapi bagaimana membangun anggota yang sadar, aktif, memiliki rasa memiliki terhadap organisasi, dan mampu menjadi bagian dari kekuatan perjuangan bersama.
Membentuk Kader Penggerak di Area Kerja
Melalui Training Organizing ini, kader diharapkan mampu memahami tahapan pengorganisasian secara sistematis, mulai dari melakukan pemetaan pekerja, membangun komunikasi, menemukan isu bersama, membangun kepercayaan, mengajak pekerja berserikat, hingga menjaga dan mengembangkan kekuatan anggota.
Kader juga diharapkan mampu menjadi penggerak di masing-masing area kerja. Dengan kemampuan organizing yang baik, kader dapat memperluas jaringan komunikasi serta menjangkau pekerja yang selama ini belum memahami pentingnya organisasi serikat pekerja.
PCAI Surabaya memandang bahwa penguatan organisasi harus dimulai dari kader yang memiliki kapasitas, keberanian, dan komitmen untuk turun langsung bertemu dengan pekerja.
Organisasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh banyaknya jumlah anggota, tetapi juga oleh kualitas anggota yang memiliki kesadaran, solidaritas, kepedulian, dan kemauan untuk terlibat dalam proses perjuangan organisasi.
Dari Kader untuk Anggota, dari Anggota untuk Organisasi
Training Organizing di Semarang ini diharapkan menjadi momentum untuk melahirkan dan memperkuat kader-kader yang mampu menjalankan fungsi pengorganisasian secara konsisten.
Semakin banyak kader yang memiliki kemampuan organizing, semakin luas pula jangkauan organisasi dalam merangkul pekerja, membangun kesadaran berserikat, serta memperkuat keberadaan PUK di lingkungan kerja.
PCAI Surabaya terus mendorong penguatan organisasi melalui kaderisasi dan pengorganisasian. Karena kekuatan serikat pekerja tidak lahir hanya dari struktur organisasi, tetapi tumbuh dari kesadaran, solidaritas, komunikasi, dan keterlibatan anggota.
Dari kader untuk anggota, dari anggota untuk organisasi.
Ketika pekerja saling peduli, memahami pentingnya berserikat, dan bergerak bersama dalam organisasi, maka kekuatan perjuangan akan semakin kokoh.
Salam Solidaritas!
Solidarity Forever!



