Pangkornas Garda Metal Supriyadi Piyong: Sumpah Adalah Janji, Janji Adalah Hutang

Pangkornas Garda Metal Supriyadi Piyong: Sumpah Adalah Janji, Janji Adalah Hutang

Purwakarta, KPonline-Dalam Konsolidasi Akbar Garda Metal Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, Pangkor­nas Garda Metal Supriyadi (Piyong) mengajak para peserta untuk memahami kembali peran dan tanggung jawab sebagai pengurus Garda Metal. Sabtu (27/9/2026).

Dalam kesempatan yang berlangsung di ruang Aula Kantor Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta tersebut, Supriyadi membuka sesi dengan memberikan pertanyaan kepada para peserta mengenai pilar-pilar yang ada di FSPMI.

Bacaan Lainnya

“Di FSPMI kita ada beberapa pilar, kawan-kawan? Ayo, saya sediakan hadiah. Ayo, di Google ada. Ayo, ada berapa pilar? Saya pengen tahu pada kawan-kawan semuanya,” ujar Supriyadi.

Ia kemudian menekankan bahwa menyandang nama besar Garda Metal bukanlah hal yang ringan. Menurutnya, menjadi pengurus PUK maupun Garda Metal memiliki tanggung jawab yang besar karena terdapat sumpah dan janji yang harus dijalankan.

“Alhamdulillah, saya ingin tahu kepada kawan-kawan semuanya. Di handphone kawan-kawan ada semuanya. Menyandang nama besar Garda Metal, berat kawan-kawan. Betul atau betul?” katanya.

Supriyadi mengingatkan bahwa setiap pengurus PUK maupun pengurus Garda Metal telah mengucapkan sumpah.

“Kawan-kawan disumpah. Seperti halnya kita jadi pengurus PUK, disumpah,” ujarnya.

Namun, ia menyayangkan apabila setelah menjadi pengurus PUK maupun pengurus Garda Metal masih ada yang menjalankan tugas dengan semaunya sendiri, datang terlambat, atau datang tidak tepat waktu.

“Tetapi setelah jadi pengurus PUK, menjadi pengurus Garda Metal, ada yang suka-suka, ada yang semaunya, ada yang datang terlambat, ada yang datang siang,” ungkapnya.

Menurut Supriyadi, pengurus PUK dan Garda Metal seharusnya menjadi suri tauladan sekaligus contoh bagi seluruh anggota.

“Padahal itulah pengurus PUK, pengurus Garda Metal, adalah suri tauladan, contoh buat anggota kita,” tegasnya.

Ia menjelaskan alasan mengapa dirinya menekankan hal tersebut. Selain menyandang nama besar organisasi, pengurus PUK dan Garda Metal merupakan bagian yang telah mengucapkan sumpah.

“Kenapa saya sebutkan? Karena selain penyandang nama besar itu, selain pengurus PUK dan Garda Metal, itu enggak ada yang disumpah. Coba tanya Pak Fuad,” kata Supriyadi.

“Makanya menjadi pengurus PUK, menjadi Garda Metal itu berat. Kenapa? Karena ada sumpah di dadanya. Dan kenapa? Sumpah dan janji, janji adalah hutang,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Supriyadi kembali menguji pengetahuan para peserta dengan menanyakan jumlah pilar yang ada di FSPMI.

“Kembali lagi, ada berapa pilar dalam FSPMI? Maju ke depan, karena kawan-kawan dididik menjadi pengurus Garda Metal, bukan pengurus PUK,” ujarnya.

Beberapa peserta mencoba menjawab pertanyaan tersebut, namun jawaban yang diberikan ternyata masih salah. Hingga akhirnya Supriyadi meminta Pendi untuk maju ke depan, setelah melihat Pendi mengacungkan tangan.

“Ayo Pendi, maju ke depan,” suruh Supriyadi,.

Setelah Pendi maju, Supriyadi kembali memberikan pertanyaan.

“Ayo ada berapa?” tanya Supriyadi.

Pendi pun menjawab, “Ada tujuh, Bang.”

“Betul, ada tujuh. Sebutkan!” ujar Supriyadi.

Pendi kemudian menyebutkan tujuh pilar tersebut, yaitu:

1. Garda Metal

2. Media Perdjoeangan

3. Inkobumi

4. Lembaga Bantuan Hukum (LBH)

5. Jamkeswatch

6. Jamnakerwatch

7. Gaspoll

Supriyadi kemudian kembali mengulang jawaban tersebut di hadapan para peserta.

“Ingat ya, kawan-kawan. Ada tujuh. Bener kamu, Pendi. Saya kasih hadiah,” pungkasnya.

Pos terkait