Reuni Para Mantan Pengurus PUK SPAMK-FSPMI PT. FIM

Bogor, KPonline – Kondisi yang terjadi saat ini memang tidak bisa dipungkiri. Menurunnya semangat dan militansi kaum buruh harus menjadi perhatian yang serius. Tidak hanya di internal PUK tapi kondisi pergerakan secara nasional pun sangat berpengaruh. Mengingat banyaknya kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada buruh.

Menindaklanjuti kondisi yang seperti ini, Pengurus PUK SPAMK-FSPMI PT. FIM mengadakan konsolidasi akbar. Kekompakan yang dulu pernah ada telah membuktikan keberhasilan dalam berjuang. Maka dari itu kekompakan yang telah terbentuk ini harus dijaga dan dipertahankan selama masih ada perjuangan buruh.

Sejarah perjuangan buruh tahun 2012 menjadi puncak perjuangan buruh Bogor. Dan ini tak luput dari peranan pimpinan buruh saat itu. Salah seorang pimpinan buruh bogor khususnya cilengsi saat itu adalah Anawi. Dengan kepemimpinan beliau, ada pengangkatan karyawan sebanyak 210 orang. Dan ini merupakan hasil perjuangan buruh yang luar biasa yang sebelumnya juga berhasil menaikkan upah karyawan. Ini membuktikan bahwa Anawi mengerti dan paham akan kondisi internal PT. FIM, baik dari serikatnya maupun dari kepemimpinan managemen.

Tapi dengan seiring berjalannya waktu ketika tahun 2017, Anawi mengajukan pengunduran diri dari PT. FIM. Ini menyebabkan regenerasi dan perubahan di internal PUK SPAMK-FSPMI PT. FIM, pasca pengunduran diri Anawi, ada perubahan struktur dalam kepengurusan PUK. Kondisi organisasi yang dirasa kurang greget lagi mendorong Pengurus PUK SPAMK-FSPMI PT. FIM mengadakan konsolidasi akbar. Dan salah satu motivator untuk membangkitkan lagi kekompakan anggota PUK SPAMK-FSPMI PT. FIM, maka dipilihlah Anawi. Mengingat pengalaman yang pernahdia alami di internal PT. FIM maupun di wilayah Bogor diharapkan mampu membangkitkan semangat dan militansi anggota maupun Pengurus PUK SPAMK-FSPMI PT. FIM.

Ada dua hal yang disampaikan Anawi dalam konsolidasi akbar yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Maret 2019.
Yang pertama, ketika menjadi buruh tetaplah menjaga kekompakan sebagai modal dasar perjuangan buruh. Akan ada berbagai cara yang dilakukan untuk memecah belah kekompakan oleh pihak-pihak yang tidak suka dengan keberadaan serikat pekerja. Saling mengingatkan antar anggota dan peran serta pengurus PUK memberikan arti pentingnya berserikat dan juga menjaga kekompakan.

Yang kedua, ketika sudah tidak menjadi buruh, tetap harus berkarya. Sikap pribadi yang baik menjadi modal utama untuk berkarya diluar pabrik. Jalin silaturahmi juga bisa memudahkan untuk berkarya. “Ketika kita beritikad baik, kita akan ketemu jalan keluarnya” jelas Anawi di akhir acara. (Joko Saputro)

Facebook Comments