Puluhan Buruh Retail Modern Geruduk Disnaker Gresik, Tuntut Keadilan Atas Dugaan Mutasi Tidak Proporsional

Puluhan Buruh Retail Modern Geruduk Disnaker Gresik, Tuntut Keadilan Atas Dugaan Mutasi Tidak Proporsional

Gresik, KPonline – Puluhan buruh ritel modern yang tergabung dalam Serikat Pekerja PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Cabang Gresik mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik, Jumat (31/7), untuk menghadiri agenda Mediasi II terkait perselisihan hubungan industrial mengenai dugaan mutasi karyawan yang dinilai tidak proporsional.

 

Bacaan Lainnya

Kehadiran para pekerja merupakan tindak lanjut dari proses penyelesaian perselisihan yang sebelumnya telah melalui perundingan Bipartit I, namun belum menghasilkan kesepakatan antara serikat pekerja dan pihak manajemen perusahaan. Hingga berita ini ditulis, agenda mediasi belum dimulai dan para peserta masih berkumpul di area kantin Disnaker Gresik sambil menunggu pemanggilan ke ruang mediasi.

 

Dalam mediasi tersebut, serikat pekerja mempersoalkan kebijakan mutasi yang diduga dilakukan tanpa alasan yang jelas, objektif, dan transparan. Menurut mereka, sejumlah pekerja dipindahkan ke toko dengan jarak yang jauh dari domisili sehingga dinilai telah melampaui batas kewajaran dan berpotensi menimbulkan beban psikologis maupun ekonomi.

 

Serikat pekerja juga berpandangan bahwa kebijakan mutasi yang tidak mempertimbangkan aspek proporsionalitas dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pekerja dan berpotensi mendorong mereka mengundurkan diri. Hal tersebut menjadi salah satu pokok perselisihan yang dibawa ke meja mediasi untuk mendapatkan penyelesaian sesuai mekanisme hubungan industrial.

 

Melalui Mediasi II ini, Disnaker Kabupaten Gresik diharapkan dapat memfasilitasi dialog yang konstruktif antara serikat pekerja dan manajemen PT Indomarco Prismatama guna mencari solusi yang adil, berimbang, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.

 

Hingga proses mediasi dimulai, kedua belah pihak masih menunggu jadwal pemanggilan oleh mediator Disnaker. Hasil pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi titik temu dalam menyelesaikan perselisihan dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan perusahaan.

Pos terkait