PUK FSPMI Musashi Selenggarakan Pelatihan Media

  • Whatsapp
Pelatihan menulis dan fotografi yang diselenggarakan oleh PUK SPAMK FSPMI PT Musashi, Bekasi, bertempat di Training Center FSPMI.

Bogor, KPonline – Bertempat di Training Center FSPMI, Cisarua, Bogor, PUK SPAMK FSPMI PT Musashi mengadakan pelatihan dasar media selama 2 hari. Tepatnya pada tanggal 1 hingga 2 April 2017.

Dalam pelatihan ini diikuti oleh 17 orang anggota PUK SPAMK FSPMI PT Musashi, 2 orang Garda Metal Kawasan EJIP dan 1 orang dari Jamkeswatch Bekasi.

Dalam sambutan di awal acara, Wakil Sekretaris Bidang Pendidikan PUK SPAMK FSPMI Musashi, Bowo Ariyanto, menyatakan pelatihan ini di adakan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan tentang media.

Mengapa media mempunyai peranan penting bagi gerakan buruh? Dalam dunia gerakan buruh, banyak media yang memberitakan negatif tentang gerakan buruh. Banyak isu-isu perjuangan buruh hilang karena berita media lebih cenderung menyoroti soal sampah dan kemacetan. Ada juga yang mengatakan buruh tidak tahu diri, buruh kurang kerjaan, buruh egois cuma nuntut upah dan lain sebagainya. Oleh karena itu buruh harus bisa mendokumentasikan sendiri tentang aktivitas gerakan buruh melalui media foto, video dan tulisan, untuk membantah kampanye negatif terkait gerakan buruh.

Terdapat 3 materi yang di berikan dalam pelatihan ini, yaitu tentang fotografi, videografi dan juga menulis.

Pada sesi pertama materi fotografi dan videografi di sampaikan oleh Koordinator Media Perdjoeangan Nasional FSPMI, Iwan Budi Santoso.

Tidak hanya teori, tapi peserta juga harus bisa praktek langsung mengenai materi yang di berikan. Malam hari para peserta di berikan PR untuk menulis tentang pengalamannya dalam berorganisasi maupun menjadi anggota serikat pekerja.

Pada hari kedua, materi menulis di sampaikan Kahar S Cahyono. Pria yang juga menjabat sebagai Vice President FSPMI ini mengajarkan bagaimana tehnik-tehnik menulis yang baik dan benar. Selain itu pria berkacamata ini juga menekankan kepada peseta pendidikan, bahwa kata adalah senjata.

Peserta sangat antusias dalam pelatihan ini. Banyak peserta yang bertanya mengenai materi menulis. Setelah selesai mengikuti pelatihan media ini, para peserta di harapkan bisa langsung mengaplikasikan materi yang sudah diberikan.

Pram pernah berkata, orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tidak menulis maka ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.