Prabowo : Jangan Hanya Sekedar Semangat Dalam Berjuang

  • Whatsapp

Bogor, KPonline – Pergerakan dan perjuangan kaum buruh di Bogor, mengalami pasang surut, sejak bergeliat di antara 2004-2005. Ada banyak PUK-PUK baru yang bergabung bersama FSPMI waktu itu. Hingga pada akhirnya, kekuatan kolektif mulai menjadi kekuatan baru dalam pergerakan dan perjuangan kaum buruh di Bogor.

Salah seorang buruh yang sejak berdirinya FSPMI di PT. Federal Izumi Manufacturing, Cileungsi, Bogor, sudah ikut serta berjuang hingga sekarang adalah Edi Prabowo. Pria paruh baya ini masih setia di garis perjuangan kaum buruh, tidak lain dan tidak bukan karena kesadaran kelas yang dia miliki.

Bacaan Lainnya

“Kita buruh, dan sudah seharusnya saling bantu membantu kepada sesama buruh. Kalau pun setelah pensiun nanti kita menjadi pengusaha, itu lain soal. Bisa adil dan bijaksana menjadi pengusaha, itu sesuatu hal yang cukup luar biasa,” ujar Edi Prabowo kepada Media Perdjoeangan.

Menyikapi penetapan nilai UMSK Kabupaten Bogor yang berlarut-larut dan belum selesai hingga hari ini, Edi pun berkomentar. “Alhamdulillah, meskipun masih hanya sebatas surat rekomendasi dari Bupati Bogor, setidaknya ada itikad dan niat baik dari pemerintah daerah, agar penyesuaian upah khususnya UMSK di Kabupaten Bogor segera selesai.”

“Dan mudah-mudahan, Gubernur Jawa Barat setuju dengan surat rekomendasi Bupati Bogor, dan segera menetapkan UMSK di Kabupaten Bogor,” jelasnya ketika ditemui Media Perdjoeangan di halaman belakang Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor pada Senin, 29 Juni 2020 yang lalu.

Dirinya pun berkomentar tentang aksi-aksi dan penurunan kualitas aksi yang terjadi disaat-saat sekarang ini. “Ada banyak hal, ada banyak faktor yang mempengaruhi menurunnya kualitas dan kuantitas massa aksi. Bisa berasal dari perseorangan atau kelompok, atau memang bisa jadi, golongan kaum muda di kalangan buruh belum atau enggan mencari pendidikan perburuhan secara mandiri,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Edi Prabowo menjelaskan, bahwa pergerakan dan perjuangan kaum buruh saat ini, sangat bergantung kepada generasi kaum muda yang ada sekarang. “Anak-anak muda yang harusnya sudah memulai sejak sekarang. Masa kalah sama serdadu tua macam saya. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi ?” tutur Sekretaris PUK SPAMK-FSPMI PT. Federal Izumi Manufacturing ini.

“Kita juga tahu dan paham, bahwa dalam berjuang, tidak hanya membutuhkan semangat semata. Ada hal-hal lain yang perlu dan sangat dibutuhkan, seperti mengikhlaskan waktu, biaya, tenaga dan hal-hal lainnya. Dan itu semua, bisa dan sudah seharusnya di komunikasikan dengan teman-teman atau perangkat organisasi,” lanjutnya.

“Pesan saya buat kalangan muda yang ada di FSPMI, ayo semangat terus dalam berjuang. Karena hidup ini adalah perjuangan,” ucap Edi Prabowo. (RDW)

Pos terkait