Perundingan PKB PT Kencana Graha Permai Masih Buntu, Serikat Pekerja Dorong Solusi Kesejahteraan Pekerja

Perundingan PKB PT Kencana Graha Permai Masih Buntu, Serikat Pekerja Dorong Solusi Kesejahteraan Pekerja

Ketapang, KPonline – Pembahasan lanjutan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara pihak perusahaan PT Kencana Graha Permai dan Serikat Pekerja hingga saat ini masih belum mencapai kesepakatan. Proses perundingan yang telah berlangsung sejak berakhirnya PKB pada tahun 2024 tersebut masih menemui sejumlah perbedaan pandangan antara kedua belah pihak.

Sejak tahun 2024 hingga pertemuan terbaru pada Kamis (23/04/2026), perundingan PKB yang baru belum juga dapat difinalisasi. Hal ini disebabkan masih adanya beberapa usulan dari pihak Serikat Pekerja yang belum dapat disetujui oleh pihak perusahaan.

Bacaan Lainnya

Salah satu poin utama yang menjadi pembahasan adalah usulan pemberlakuan sistem catu beras bagi pekerja beserta tanggungannya. Namun, usulan tersebut belum mendapatkan persetujuan dari pihak perusahaan.

Menanggapi hal itu, Umar Wirahadi Kusuma selaku Sekretaris KC FSPMI Ketapang menyampaikan bahwa pihaknya telah menawarkan alternatif lain, yaitu peningkatan insentif kehadiran dalam bentuk beras. Skema yang diajukan yakni peningkatan dari 17 kg menjadi 25 kg, dengan syarat pekerja hadir penuh selama satu bulan tanpa mangkir maupun izin pribadi.

“Ini adalah bentuk kompromi yang kami tawarkan agar tetap ada peningkatan kesejahteraan bagi pekerja, meskipun sistem catu beras belum dapat disepakati,” ujarnya.

Pihak Serikat Pekerja menegaskan bahwa mereka masih akan terus memperjuangkan sejumlah usulan yang diharapkan dapat masuk ke dalam PKB yang baru. Bahkan, apabila tidak ditemukan titik temu dalam perundingan, Serikat Pekerja tidak menutup kemungkinan akan menempuh langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pertemuan perundingan tersebut digelar di kantor Regional Ketapang Dua, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, dan dihadiri oleh perwakilan Human Development & Resources (HDR) dari Jakarta, sejumlah pimpinan kebun, serta para ketua PUK di masing-masing unit yang tergabung dalam FSPMI, khususnya di lingkungan SPPPK FSPMI PT Kencana Graha Permai.

Jika kamu mau, saya bisa buatkan juga versi lebih provokatif untuk media buruh, atau versi rilis resmi perusahaan/serikat.

Pos terkait