Warga Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan Perkuat Solidaritas Jaga Kawasan Karst

Warga Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan Perkuat Solidaritas Jaga Kawasan Karst

Wonogiri, KPonline – Perwakilan masyarakat dari Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan yang hidup di kawasan Gunungsewu bersepakat memperkuat solidaritas untuk mempertahankan hak atas ruang hidup di tengah berbagai tekanan dan ancaman kerusakan lingkungan karst.

Kesepakatan itu lahir dalam rangkaian ‘Kelas Belajar Gunungsewu’ yang diinisiasi warga dan pegiat lingkungan. Pertemuan warga tidak hanya menjadi ruang konsolidasi, tetapi juga diisi dengan kelas belajar yang membahas karst dari sudut pandang ilmiah, sosial, budaya, hingga hukum. Diskusi berlangsung aktif dan kritis, dengan warga saling berbagi pengalaman menghadapi aktivitas tambang, alih fungsi lahan, dan krisis air di kawasan karst.

Seri pertama kelas belajar telah digelar di Pracimantoro, Wonogiri, bulan lalu. Seri kedua berlangsung di Punung, Pacitan, tadi malam, Selasa, 22 April 2026. Peserta dari tiga kabupaten duduk bersama memetakan persoalan, mengkaji regulasi, dan merumuskan strategi advokasi berbasis pengetahuan lokal.

Menurut salah satu inisiator, kawasan karst Gunungsewu merupakan ekosistem penting yang menyimpan cadangan air bawah tanah dan kekayaan geologi. Namun, wilayah ini terus mendapat tekanan dari industri ekstraktif dan pembangunan yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan. “Kalau karst rusak, air hilang. Kalau air hilang, hidup kami juga hilang,” kata seorang warga yang juga mantan pengurus serikat pekerja FSPMI

Ke depan, forum ini akan terus berjalan sebagai ruang bersama untuk mempererat jejaring serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan karst. Seluruh rangkaian kegiatan belajar dan konsolidasi ini dihimpun dalam wadah bernama ‘Forum Gunungsewu’

Forum Gunungsewu terbuka bagi komunitas, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil yang peduli pada penyelamatan karst. Agenda terdekat adalah pelatihan pemetaan partisipatif dan sekolah hukum lingkungan untuk warga di wilayah Gunungkidul. (Yanto)