Pengkornas Garda Metal: Terus Belajar, Jaga Integritas dan Jangan Merusak Organisasi

Pengkornas Garda Metal: Terus Belajar, Jaga Integritas dan Jangan Merusak Organisasi

Gresik, KPonline– Panglima Koordinator Nasional (Pengkornas) Garda Metal FSPMI, Supriyadi (Piyong), mengingatkan seluruh kader Garda Metal agar terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta tetap menjadi pilar utama dalam menjaga keutuhan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) III Garda Metal FSPMI Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan di RM Warung Aroma, Cerme, Gresik, minggu (26/7/2026).

 

Bacaan Lainnya

Mengawali sambutannya, Piyong menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Garda Metal yang selama ini konsisten terlibat dalam berbagai aksi perjuangan maupun kegiatan sosial yang diselenggarakan organisasi.

 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kawan-kawan yang selama ini selalu hadir dalam setiap aksi perjuangan dan kegiatan sosial. Itu menunjukkan bahwa semangat solidaritas Garda Metal masih terus terjaga,” ujarnya.

 

Menurutnya, Garda Metal merupakan salah satu pilar utama yang menopang rumah besar FSPMI. Karena itu, setiap kader memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan membesarkan organisasi, bukan justru menjadi penyebab perpecahan dari dalam.

 

“Sebagai Garda Metal, kita adalah soko guru rumah besar FSPMI. Pilar organisasi harus mampu menjaga rumah besarnya agar tetap kokoh,” tegasnya.

 

Dalam arahannya, Piyong menekankan dua pesan utama kepada seluruh kader. Pertama, setiap anggota harus terus belajar dan membangun integritas agar memiliki kapasitas dalam menjalankan amanah organisasi serta mampu menjadi bagian dari solusi ketika organisasi menghadapi berbagai tantangan.

 

“Teruslah belajar dan bangun integritas. Organisasi membutuhkan kader yang memiliki kemampuan sekaligus moral yang kuat untuk menyelamatkan dan membesarkan organisasi,” katanya.

 

Pesan kedua yang ditekankan adalah agar setiap kader tidak pernah bersikap sombong. Menurutnya, jabatan maupun pengalaman dalam organisasi tidak boleh menjadi alasan untuk merasa paling benar atau paling berjasa.

 

“Jangan pernah sombong. Kita semua hanyalah bagian dari perjuangan. Selama masih mengenakan PDL maupun PDH Garda Metal, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga organisasi,” ujarnya.

 

Piyong juga menyampaikan pesan tegas kepada kader yang sudah tidak lagi memiliki semangat mengabdi kepada organisasi. Menurutnya, lebih baik melepaskan atribut Garda Metal secara terhormat daripada tetap berada di dalam organisasi namun justru merongrong dan merusaknya dari dalam.

 

Menutup sambutannya, Piyong mengingatkan kembali sumpah yang diikrarkan setiap anggota Garda Metal. Ia menegaskan bahwa sumpah tersebut mengandung amanah untuk menjaga kesatuan organisasi sebagai modal utama dalam mengawal perjuangan kaum buruh.

 

“Setiap anggota Garda Metal telah bersumpah untuk menjaga kesatuan organisasi. Sumpah itu harus diwujudkan dalam sikap, tindakan, dan loyalitas terhadap perjuangan FSPMI,” pungkasnya.

Pos terkait