Gresik, KPonline – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, Jazuli, SH, menegaskan bahwa Garda Metal harus terus menjadi pilar utama yang menyokong dan memperkuat organisasi FSPMI. Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Garda Metal FSPMI Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan di RM Warung Aroma, Cerme, Gresik, Minggu (26/7/2026).
Dalam arahannya, Jazuli menekankan bahwa kekuatan FSPMI tidak hanya ditentukan oleh satu perangkat organisasi, melainkan oleh sinergi seluruh pilar yang ada di dalamnya. Karena itu, Garda Metal diminta terus membangun kerja sama yang solid dengan seluruh perangkat organisasi.
“Sebagai Garda Metal, tugas kita adalah menyokong organisasi FSPMI. Bangun kerja sama dengan seluruh pilar organisasi dan jaga hubungan baik dengan setiap perangkat organisasi,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa seluruh instruksi organisasi di tingkat daerah berada di bawah koordinasi Konsulat Cabang (KC) FSPMI. Oleh sebab itu, setiap kader Garda Metal harus memahami mekanisme organisasi dan menjalankan setiap keputusan secara disiplin.
“Instruksi organisasi ada di Konsulat Cabang FSPMI. Setelah Kongres VII FSPMI, Jawa Timur tetap satu komando dan tegak lurus menjalankan setiap instruksi Dewan Pimpinan Pusat FSPMI,” ujarnya.
Selain menyinggung konsolidasi organisasi, Jazuli juga mengingatkan bahwa perjuangan buruh akan kembali memasuki agenda besar menjelang pembahasan kenaikan upah tahun 2027. Ia menyebut aksi perjuangan pengupahan akan mulai digelorakan pada September mendatang sebagai bagian dari upaya mewujudkan kenaikan upah yang lebih layak bagi kaum buruh.
Di samping isu pengupahan, DPW FSPMI Jawa Timur juga akan terus mengawal berbagai program yang menyentuh kebutuhan langsung anggota. Di antaranya adalah pengawalan kebijakan pemotongan pajak kendaraan bermotor bagi buruh anggota serikat pekerja, perjuangan penyediaan perumahan layak dengan biaya terjangkau bagi buruh, hingga mendorong penyelesaian persoalan disparitas upah antar kabupaten dan kota di Jawa Timur yang hingga kini masih memiliki kesenjangan cukup tinggi.
Menurut Jazuli, salah satu solusi untuk mengurangi kesenjangan tersebut adalah memperluas basis organisasi FSPMI di daerah-daerah yang selama ini belum berkembang.
“Garda Metal harus membantu organisasi dalam melakukan organizer. Bentuk FSPMI terutama di luar ring 1 Jawa Timur dan tambah jumlah PUK di setiap daerah. Ketika FSPMI hadir di setiap kabupaten dan kota, maka posisi tawar buruh akan semakin kuat dan disparitas upah bisa diminimalisir,” katanya.
Di akhir sambutannya, Jazuli mengajak seluruh kader Garda Metal untuk tidak melupakan perjuangan politik kaum buruh melalui Partai Buruh. Menurutnya, refleksi terhadap perjalanan perjuangan Partai Buruh harus menjadi momentum untuk menyiapkan kader-kader terbaik yang mampu memperjuangkan kepentingan buruh, baik di dalam organisasi maupun di ruang-ruang kebijakan publik.
“Dengan semangat perjuangan yang terus menyala, saya berharap Garda Metal tidak hanya menjadi garda terdepan dalam aksi, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya kader-kader organisasi yang mampu membawa FSPMI semakin kuat dan semakin besar di Jawa Timur,” pungkasnya.



