Karawang, KPonline – Ketua PC SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang sekaligus Ketua Konsulat Cabang (KC) FSPMI Kabupaten Karawang, Bung Asmat Serum, S.H., M.H., menegaskan pentingnya persatuan, sinergi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perubahan dunia industri yang semakin cepat.
Hal tersebut disampaikan Asmat Serum dalam sambutannya pada Musyawarah Unit Kerja (Musnik) IX PUK SPAMK FSPMI PT Aisin Takaoka Indonesia, yang digelar di Karawang, Sab’tu (12/09/2026).
Dalam sambutannya, Asmat terlebih dahulu menyampaikan rasa syukur atas kesempatan seluruh peserta untuk dapat berkumpul dan mengikuti rangkaian Musnik IX. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga memberikan ilmu dan manfaat bagi anggota, keluarga pekerja, perusahaan, serta organisasi secara keseluruhan.
“Semoga pertemuan kita mendapatkan keberkahan dan ridha dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mudah-mudahan kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan menghasilkan keputusan-keputusan yang positif bagi organisasi, anggota, rekan-rekan pekerja, keluarga, perusahaan, dan seluruh pihak,” ungkapnya.
Asmat kemudian menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam dunia industri, terutama setelah pandemi COVID-19.
Menurutnya, pandemi telah mendorong perusahaan maupun pekerja untuk melakukan berbagai penyesuaian, termasuk efisiensi anggaran dan pemanfaatan teknologi. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi tantangan baru berupa disrupsi teknologi.
Ia memberikan sejumlah contoh perubahan yang sudah dirasakan masyarakat, mulai dari perubahan media konvensional menuju media digital hingga perkembangan teknologi transportasi berbasis aplikasi.
“Disrupsi adalah perubahan besar yang mengubah atau menggantikan tatanan lama dengan situasi dan teknologi yang baru. Kita semua sudah merasakan perubahan tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Menurut Asmat, perkembangan teknologi tersebut tidak mungkin dihindari. Karena itu, pekerja dan organisasi serikat pekerja harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Tantangan kita ke depan semakin besar. Namun saya percaya, selama kita mampu beradaptasi, meningkatkan kemampuan, menjaga persatuan, dan membangun komunikasi yang baik, organisasi dan perusahaan akan mampu menghadapi perubahan tersebut,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asmat juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara PUK dengan struktur organisasi di atasnya maupun dengan manajemen perusahaan.
Menurutnya, kemajuan organisasi tidak dapat dibangun hanya oleh satu pihak. Diperlukan sinergi antara PUK, PC, DPW, struktur organisasi lainnya, manajemen perusahaan, serta seluruh anggota.
“Tema bersinergi, berkolaborasi, dan konsisten menjadi sangat penting. Sinergi antara PUK dengan struktur organisasi di atasnya, kolaborasi antara PUK dengan manajemen, dan yang tidak kalah penting adalah kolaborasi antara PUK dengan seluruh anggotanya,” ujarnya.
Asmat juga menyampaikan bahwa produktivitas dan kesejahteraan pekerja merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan.

“Ketika produktivitas kita meningkat, tentu kita berharap kesejahteraan pekerja juga akan mengikuti peningkatan tersebut. Itulah harapan kita dan harapan seluruh anggota yang ada di Aisin Takaoka Indonesia,” katanya.
Lebih jauh, Asmat berharap keberadaan PT Aisin Takaoka Indonesia dapat terus bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Ia bahkan berharap perusahaan tersebut dapat tetap eksis hingga puluhan bahkan ratusan tahun ke depan sehingga keberadaannya terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
“Saya berharap Aisin Takaoka Indonesia akan selalu ada, bukan hanya untuk hari ini, tetapi 10 tahun, 50 tahun, bahkan 100 tahun ke depan,” ucapnya.
Menurutnya, keberlangsungan perusahaan juga akan membuka kesempatan bagi generasi berikutnya untuk ikut berkontribusi.
“Semoga keberadaan perusahaan ini terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya, bagi anak-anak kita, cucu kita, saudara kita, keponakan kita, sehingga mereka pun suatu saat dapat ikut berkontribusi di Aisin Takaoka Indonesia,” tambahnya.
Asmat juga mengingatkan bahwa Musnik bukan sekadar forum untuk memilih kepengurusan baru. Lebih dari itu, Musnik merupakan momentum untuk melakukan evaluasi, menyusun arah organisasi, serta memperkuat persatuan anggota.
Ia mengingatkan kembali makna Musnik sebagai Musyawarah Unit Kerja.
“Musnik adalah Musyawarah Unit Kerja. Apa pun mekanisme yang digunakan, apakah one man one vote atau mekanisme lainnya, pada akhirnya semangat yang harus kita kedepankan adalah musyawarah,” tuturnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh anggota untuk menyelesaikan setiap persoalan organisasi melalui musyawarah, komunikasi, dan kebersamaan.
“Karena namanya adalah Musyawarah Unit Kerja. Mari kita selesaikan setiap persoalan melalui musyawarah, komunikasi, dan kebersamaan,” tegas Asmat.
Menutup sambutannya, Asmat berharap seluruh anggota PUK SPAMK FSPMI PT Aisin Takaoka Indonesia dapat terus menjaga persatuan, meningkatkan kesejahteraan, serta bersama-sama mendorong kemajuan perusahaan.
“Bersatu untuk meningkatkan kesejahteraan, bersinergi untuk meningkatkan produktivitas, dan bersama-sama menjaga agar perusahaan semakin maju,” pungkasnya.
Ia kemudian mengajak seluruh peserta Musnik IX meneriakkan semangat perjuangan:
“Hidup Buruh! Hidup Buruh! Hidup Buruh! FSPMI! FSPMI! FSPMI!”



