Musnik IX PUK AT Indonesia, Engkos Kosasih Ajak Anggota Jaga Persatuan dan Kedewasaan Organisasi

Musnik IX PUK AT Indonesia, Engkos Kosasih Ajak Anggota Jaga Persatuan dan Kedewasaan Organisasi
Bung Engkos Kosasih selaku Ketua PUK SPAMK FSPMI PT. AT Indonesia saat berikan sambutan di Musnik IX PUK SPAMK FSPMI PT. AT Indonesia yang berlangsung di Ballroom Hotel Swiss-bell Karawang. Sab'tu (12/9/26). Foto : Hsn

Karawang, KPonline – Musyawarah Unit Kerja (Musnik) IX Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAMK FSPMI) PT AT Indonesia menjadi momentum penting bagi seluruh anggota untuk memperkuat persatuan, menjaga kondusivitas, serta melanjutkan perjuangan organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja.

Hal tersebut disampaikan Ketua PUK SPAMK FSPMI PT AT Indonesia sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) SPAMK FSPMI, Bung Engkos Kosasih, dalam sambutannya pada pelaksanaan Musnik IX PUK SPAMK FSPMI PT AT Indonesia, Sab’tu (12/9/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Engkos menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen PT AT Indonesia, para senior, pimpinan organisasi FSPMI, panitia Musnik, pengurus PUK periode 2023–2026, serta seluruh anggota dan tamu undangan yang hadir.

Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada para senior yang selama ini telah memberikan pendidikan dan pengalaman dalam perjalanan organisasi.

“Para senior kami hadirkan sengaja. Karena kami dulu adalah bibit-bibitnya. Dulu saya seperti apa, saya dididik oleh beliau-beliau ini,” ujar Engkos.

Menurutnya, kehadiran para senior dalam Musnik bukan sekadar sebagai tamu undangan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjalanan organisasi tidak terlepas dari proses kaderisasi dan pendidikan yang dilakukan oleh generasi sebelumnya.

Engkos kemudian mengibaratkan Musnik IX sebagai momentum kelahiran kembali organisasi.

Menurutnya, angka sembilan memiliki makna tersendiri. Seperti halnya proses kehamilan yang berlangsung selama sembilan bulan, Musnik IX menjadi momentum untuk melahirkan semangat dan kepemimpinan baru di tubuh PUK SPAMK FSPMI PT AT Indonesia.

“Kalau sembilan bulan itu masa kehamilan, sekarang kita sudah masuk bulan ke sepuluh. Berarti kita bagaikan bayi yang baru lahir. Bayi yang baru lahir itu bersih,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjadikan Musnik IX sebagai momentum untuk memulai kembali perjalanan organisasi dengan semangat persatuan.

“Jangan ada noda-noda di hari-hari kita ke depan. Mari kita jaga bersama-sama PUK kita ini dan perusahaan PT AT Indonesia agar terus maju,” tegasnya.

Sekretaris Umum PP SPAMK FSPMI sekaligus Ketua PUK SPAMK FSPMI PT. AT Indonesia Bung Engkos Kosasih saat berikan sambutan di Musnik IX PUK SPAMK FSPMI PT. AT Indonesia yang berlangsung di Ballroom Hotel Swiss-bell Karawang. Sab’tu (12/9/26). Foto : Hsn

Salah satu pesan penting yang disampaikan Engkos adalah mengenai proses pemilihan melalui sistem One Man One Vote yang telah dilaksanakan dalam Musnik IX.

Ia mengingatkan bahwa siapa pun yang terpilih merupakan pilihan anggota dan harus dihormati bersama.

“Siapa pun yang jadi, siapa pun yang menang, itu adalah pilihan anggota,” katanya.

Menurut Engkos, proses demokrasi dalam organisasi harus mampu menghasilkan kepemimpinan yang dapat diterima seluruh anggota, bukan justru menciptakan kubu-kubu baru.

Ia pun meminta seluruh anggota dan pengurus untuk tetap menjaga kondusivitas serta berkolaborasi dengan siapa pun yang mendapatkan amanah.

“Jangan sampai adanya One Man One Vote ada satu kubu ataupun yang lainnya. Harapannya kita tetap bersama,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada ketua terpilih untuk periode 2026–2029 dan berharap amanah yang diberikan anggota dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam sambutannya, Engkos juga menyoroti tantangan industri yang dihadapi PT AT Indonesia, khususnya terkait kondisi order dari pelanggan dan dampaknya terhadap keberlangsungan pekerjaan anggota.

Ia menyampaikan bahwa ketika order menurun, biasanya perhatian anggota terhadap PUK akan meningkat karena mereka mulai merasakan dampaknya secara langsung.

Sebaliknya, ketika order meningkat, keberadaan serikat pekerja terkadang tidak terlalu dirasakan.

“Kalau order turun, anggota itu pasti akan aktif ke PUK. Tapi kalau order naik, PUK mungkin dilewati. Malah tidak tahu ruangan serikat itu isinya apa,” ujarnya dengan nada humor.

Ketua PUK SPAMK FSPMI PT. AT Indonesia Bung Engkos Kosasih saat berikan sambutan di Musnik IX PUK SPAMK FSPMI PT. AT Indonesia yang berlangsung di Ballroom Hotel Swiss-bell Karawang. Sab’tu (12/9/26). Foto : Hsn

Karena itu, ia meminta dukungan seluruh pihak dalam menjaga keberlangsungan order sehingga perusahaan dapat terus berkembang dan kesejahteraan pekerja dapat terjaga.

Namun ia menegaskan bahwa keberadaan serikat pekerja bukan hanya untuk hadir ketika terjadi persoalan.

PUK harus hadir dalam kondisi apa pun, terutama dalam membangun kesejahteraan anggota dan menjaga hubungan industrial yang sehat.

Engkos juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara serikat pekerja dengan manajemen.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar dalam hubungan industrial. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk menciptakan konflik berkepanjangan.

“Dalam hal berkolaborasi dengan manajemen juga bukan hal yang harus diperdebatkan. Cukup dengan kopi bareng, kita bicara masalah apa yang harus kita selesaikan,” katanya.

Ia berharap berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog, sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan kedua belah pihak.

“Jangan sampai perbedaan pendapat menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan,” tambahnya.

Engkos menilai bahwa perjalanan organisasi hingga mencapai Musnik IX merupakan proses panjang yang tidak mudah.

Karena itu, ia berharap semakin bertambahnya usia organisasi juga diikuti dengan semakin matangnya cara berpikir dan bertindak seluruh anggota maupun pengurus.

“Kita sudah 27 tahun. Sudah Musnik ke-9. Bukan Musnik yang baru kemarin dan bukan Musnik yang pertama. Tentunya hal-hal itu juga harus seiring dan sejalan dengan Musnik IX, yaitu seiring dan sejalan dengan kedewasaan kita bersama,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh elemen PUK untuk tidak terjebak dalam perbedaan akibat proses pemilihan, tetapi segera kembali fokus pada agenda perjuangan organisasi, termasuk menghadapi perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang akan datang.

“Siapa pun yang menjadi ketua, ayo kita support bersama-sama. Itu adalah keputusan kita bersama dan keputusan hasil Musnik,” tegas Engkos.

Menutup sambutannya, Engkos kembali mengajak seluruh anggota untuk menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, dan menjadikan PUK SPAMK FSPMI PT AT Indonesia sebagai organisasi yang semakin dewasa serta mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

“Siapa pun ketuanya, siapa pun pengurusnya, kita tetap satu. Kita jaga persatuan, kita jaga kondusivitas, dan kita bangun PT AT Indonesia bersama-sama,” pungkasnya.

Pos terkait