PC SPAI FSPMI Tangerang Bertemu Kanit Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Harapkan Solusi Penyelesaian Konflik PT Molex Ayus

PC SPAI FSPMI Tangerang Bertemu Kanit Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Harapkan Solusi Penyelesaian Konflik PT Molex Ayus

Tangerang, KPonline – Upaya mencari solusi terbaik atas permasalahan yang terjadi di PT Molex Ayus terus dilakukan oleh jajaran Serikat Pekerja. Memasuki hari kelima aksi unjuk rasa, Pimpinan Cabang (PC) SPAI FSPMI Tangerang bersama Pimpinan Unit Kerja (PUK) dan Panglima Koordinator Daerah (Pangkorda) Garda Metal Tangerang melakukan pertemuan dengan Kanit Reskrim Polres Metro Tangerang Kota pada Jumat (12/06/2026).

Hingga hari kelima aksi berlangsung, pihak manajemen PT Molex Ayus dinilai belum menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Dalam pertemuan tersebut, Ketua PC SPAI FSPMI Tangerang, Wawab, menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus.

Bacaan Lainnya

Wawab menjelaskan bahwa selama ini upaya dialog dengan manajemen mengalami hambatan karena argumentasi dari pihak serikat kerap dipotong di tengah pembahasan, sehingga sulit menemukan titik temu dalam penyelesaian masalah. Ia juga menegaskan bahwa pihak serikat telah menunjukkan sikap terbuka dengan menurunkan angka tuntutan serta tidak bersikap kaku dalam proses perundingan.

“Kami sudah berupaya mencari jalan tengah. Bahkan beberapa tuntutan telah kami sesuaikan agar tercapai kesepakatan yang baik bagi kedua belah pihak,” tegas Wawab.

Sementara itu, Pangkorda Garda Metal Tangerang, Sujiatin, meminta kepada pihak kepolisian agar dapat memfasilitasi pertemuan antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan.

“Kami berharap Pak Kanit dapat membantu mempertemukan kami dengan pihak manajemen agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan melalui dialog yang konstruktif,” ujar Sujiatin.

Ia juga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh FSPMI di Tangerang berlangsung secara damai dan tertib.

“Aksi yang kami lakukan di Tangerang mungkin menjadi salah satu aksi yang paling damai dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Indonesia. Kami tetap mengedepankan ketertiban dan menghormati aturan yang berlaku,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kanit Reskrim juga menyampaikan permintaan dari pihak manajemen agar akses kendaraan pengangkut barang dapat dibuka. Namun, Sujiatin menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan akses tersebut sebelum adanya pertemuan yang menghasilkan kesepakatan atau progres penyelesaian masalah.

“Pertemukan terlebih dahulu kami dengan pihak manajemen dan tunjukkan adanya hasil yang jelas. Setelah itu, kami siap membuka akses untuk kendaraan yang akan keluar masuk perusahaan. Asalkan pihak manajemen mau menemui kami, kami akan membuka pintu untuk akses pengiriman barang,” tegas Sujiatin.

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi yang hadir dalam solidaritas perjuangan PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus terus bertambah, menunjukkan dukungan yang semakin kuat terhadap upaya penyelesaian permasalahan yang tengah berlangsung.

Pos terkait