Dari Pengalaman Menjadi Kesadaran: Mengapa Saya Memilih Aktif di Serikat Pekerja

Dari Pengalaman Menjadi Kesadaran: Mengapa Saya Memilih Aktif di Serikat Pekerja

Setiap orang memiliki alasan tersendiri untuk bergabung dan aktif di serikat pekerja. Bagi saya, kesadaran tersebut lahir dari pengalaman yang saya alami sendiri selama bekerja.

Saya mulai bekerja pada tahun 2019. Pada saat itu, sistem keanggotaan serikat pekerja di perusahaan tempat saya bekerja bersifat sukarela. Karena masih fokus beradaptasi dengan pekerjaan, saya belum banyak mengetahui tentang serikat pekerja. Berbagai pertanyaan muncul di benak saya: Apa itu serikat pekerja? Apa fungsi dan tujuannya? Mengapa pekerja perlu terlibat aktif di dalamnya?

Selama beberapa tahun pertama bekerja, saya menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pekerja tanpa memahami secara mendalam peran serikat pekerja. Hingga pada tahun 2022, saya menyaksikan secara langsung bagaimana organisasi pekerja menjalankan fungsinya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Saat itu terdapat kebijakan perusahaan yang berdampak pada sekitar 150 pekerja kontrak. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi hak yang seharusnya diterima para pekerja pada akhir tahun. Melihat situasi tersebut, serikat pekerja tidak tinggal diam. Serikat melakukan dialog dan perundingan bipartit dengan manajemen untuk mencari solusi terbaik bagi para pekerja yang terdampak.

Dari proses perundingan tersebut, sekitar 80 pekerja kontrak yang merupakan anggota serikat pekerja berhasil memperoleh hak bonus akhir tahun yang diperjuangkan oleh serikat. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Saya melihat secara nyata bahwa serikat pekerja hadir untuk memberikan perlindungan, pendampingan, dan perjuangan bagi anggotanya.

Peristiwa tersebut membuka wawasan saya tentang pentingnya keberadaan serikat pekerja di tempat kerja. Saya memahami bahwa berbagai hak dan kesejahteraan pekerja, termasuk perbaikan kondisi kerja dan perjuangan kenaikan upah setiap tahun, tidak hadir begitu saja. Semua itu membutuhkan proses dialog, perundingan, serta keterlibatan aktif dari para pekerja melalui organisasi yang kuat.

Sejak saat itu, saya mulai belajar lebih banyak tentang gerakan serikat pekerja dan memutuskan untuk terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Saya menyadari bahwa masa depan pekerja yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat tidak hanya ditentukan oleh segelintir orang, tetapi juga oleh partisipasi aktif seluruh pekerja.

Motivasi tersebut semakin berkembang ketika saya mengikuti Program Mentoring IndustriALL. Selama enam bulan mengikuti program tersebut, saya mendapatkan banyak pembelajaran yang sangat berharga, mulai dari meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, hingga memperluas pemahaman tentang kepemimpinan dan pengorganisasian.

Berkat proses belajar tersebut, saya mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari tim perundingan kenaikan upah tahun 2026 di perusahaan tempat saya bekerja sebagai presenter terkait kebijakan kenaikan upah. Selain itu, saya juga dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan orientasi karyawan baru sebanyak dua kali dan berhasil mengajak mereka untuk bergabung menjadi anggota serikat pekerja.

Bagi saya, serikat pekerja bukan hanya tempat untuk memperjuangkan hak, tetapi juga ruang untuk belajar, berkembang, dan membangun solidaritas. Saya tidak ingin hanya menjadi penonton yang menikmati hasil perjuangan orang lain. Saya ingin menjadi bagian dari mereka yang turut berjuang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi para pekerja.

Melalui pengalaman ini, saya berharap semakin banyak pekerja, khususnya pekerja muda dan pekerja perempuan, yang berani mengambil peran dalam organisasi serikat pekerja. Karena ketika kita bersatu, kita memiliki kekuatan untuk memperjuangkan perubahan yang lebih baik.

Saya tidak ingin berkembang sendiri. Saya ingin tumbuh dan berjuang bersama. Bersama FSPMI, kita belajar, bergerak, dan berjuang untuk kesejahteraan pekerja.