Pasuruan, KPonline – Panitia Turnamen Futsal Presiden Direktur ISEKI Ke-9 Tahun 2026 resmi menetapkan peraturan pertandingan sebagai pedoman bagi seluruh peserta demi menjamin kompetisi berlangsung tertib, adil, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Turnamen menggunakan sistem penyisihan grup, di mana juara dari masing-masing grup akan melaju ke babak semifinal melalui pengundian. Penentuan peringkat grup didasarkan pada jumlah poin, selisih gol, jumlah gol memasukkan, rekor pertemuan (head-to-head), selisih gol head-to-head, jumlah gol head-to-head, Apabila seluruh kriteria masih imbang, maka penentuan dilakukan melalui adu penalti.
Panitia juga menetapkan bahwa setiap tim wajib memiliki minimal empat pemain untuk dapat bertanding. Tim yang tidak memenuhi jumlah minimal pemain akan dinyatakan kalah walk over (WO). Jadwal pertandingan penyisihan diundi sebelum turnamen dimulai, sedangkan pengundian semifinal dilaksanakan setelah seluruh juara grup dipastikan.
Dalam pelaksanaannya, keputusan wasit bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Demi menjaga ketertiban, suporter tidak diperkenankan memasuki area lapangan selama pertandingan berlangsung.
Seluruh pemain diwajibkan mengenakan pakaian olahraga yang sopan, menggunakan sepatu futsal, kaos kaki panjang, serta pelindung tulang kering (deker/shin guard). Selain itu, pemain dilarang menggunakan aksesori yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pemain lain.
Apabila terjadi kesamaan warna jersey, penentuan penggunaan rompi dilakukan melalui undian koin. Durasi pertandingan babak penyisihan adalah 2 x 10 menit waktu kotor, sedangkan pertandingan perebutan juara menggunakan waktu 2 x 15 menit.
Peraturan pertandingan juga mengatur sejumlah ketentuan teknis, seperti kick-off yang dapat langsung menghasilkan gol, larangan kiper menangkap bola hasil back pass, aturan kick-in dengan batas waktu empat detik, serta ketentuan penguasaan bola oleh kiper selama maksimal empat detik.
Sistem akumulasi pelanggaran diberlakukan sebanyak enam foul dalam setiap babak. Posisi tendangan penalti sepenuhnya ditentukan oleh wasit sesuai ketentuan pertandingan.
Untuk pertandingan perebutan juara, apabila skor berakhir imbang maka pemenang akan ditentukan melalui adu penalti.
Masing-masing tim mendapat tiga penendang terlebih dahulu, dan apabila masih imbang akan dilanjutkan dengan sistem sudden death dengan koin tos pilih penendang atau kiper.
Pergantian pemain hanya dapat dilakukan atas izin wasit dan melalui area pergantian yang telah ditentukan. Pemain yang menerima kartu merah tidak diperkenankan melanjutkan pertandingan berikutnya apabila timnya lolos, sementara pemain pengganti baru dapat masuk setelah dua menit atau apabila timnya kebobolan.
Sebagai bentuk penegakan disiplin, panitia menetapkan uang deposit sebesar Rp100.000 per tim, dengan denda kartu kuning Rp15.000 dan kartu merah Rp30.000. Setiap tim juga memperoleh hak satu kali time out selama 60 detik pada setiap pertandingan.
Panitia menegaskan bahwa setiap peserta yang terlibat keributan akan dikenai sanksi tegas berupa larangan mengikuti Turnamen Futsal Presiden Direktur ISEKI di masa mendatang. Apabila keributan dinilai berat, panitia bersama wasit berhak memberikan sanksi diskualifikasi kepada tim yang bersangkutan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap sportivitas, panitia juga akan memberikan penghargaan kepada tim dengan predikat Fair Play Terbaik pada akhir turnamen.
Peraturan tersebut disampaikan ketika Technical Meeting panitia bersama peserta Turnamen Futsal pada hari Rabu (5/8/2026) selepas pulang kerja, bertempat di Kantin PT ISEKI Indonesia.



