Jakarta, KPonline – Olav Andrean dan Nadia selaku adviser International Department dari Landsorganisasjonen i Norge (LO Norwegia) atau Norwegian Confederation of Trade Unions melakukan kegiatan Wawancara Participatory Gender Audit (PGA) terhadap beberapa federasi anggota Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026 di Hotel Best Western Premier The Hive, Cawang, Jakarta Timur.
Terpantau Koran Perdjoeangan, federasi serikat pekerja yang hadir dalam Participatory Gender Audit hari ini diantaranya FSPMI, FSPN, Farkes Ref, FSP ISSI dan SBPI. Turut hadir jajaran pengurus dari masing-masing federasi untuk mewakili pengalaman dan praktik di lapangan terkait pengorganisasian pekerja di Indonesia.
Kegiatan hari ini dibagi menjadi dua sesi.
Sesi pertama berupa wawancara mendalam dengan perwakilan federasi terkait kondisi keanggotaan perempuan, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, serta kebijakan internal serikat diantaranya Ramidi (KSPI), Roni Febrianto, Yanto (FSPMI), Rita H. Shalya, Evi Krisnawati (Farkes Ref).
Sesi kedua dilanjutkan dengan diskusi kelompok membahas isu gender, Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dan penguatan organizing di tempat kerja. Diskusi ini diikuti Rita H. Shalya (Farkes Ref.), Yanto (FSPMI), Purwanto (SPN), Marwan (SBPI), Agus Suryanto (FSP ISSI) dan Dimas Wardana (KSPI).
Participatory Gender Audit ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana perspektif kesetaraan gender telah diintegrasikan dalam struktur, kebijakan, dan program kerja serikat pekerja. Hasil dari wawancara dan diskusi hari ini nantinya akan diolah dan dijadikan bahan workshop validasi hasil Participatory Gender Audit.
Workshop tersebut rencananya akan digelar pada Jumat, 7 Agustus 2026 di tempat yang sama, Hotel Best Western Premier The Hive Cawang. Workshop akan diikuti perwakilan federasi peserta PGA, pekerja muda dan perempuan untuk menyusun rekomendasi dan langkah tindak lanjut penguatan gender di KSPI dan federasi anggotanya.
Kerja sama KSPI dengan LO Norwegia ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas serikat pekerja di Indonesia dalam membangun organisasi yang inklusif, berkeadilan gender, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh anggota, baik laki-laki maupun perempuan. (Yanto)