Obon Tabroni Ingin Anak Muda Bekasi Berprestasi

  • Whatsapp
Buruh Omron memberikan dukungan penuh kepada Obon Tabroni dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2017. (Foto: Herveen)

Bekasi, KPonline – Calon bupati Bekasi dari jalur independen Obon Tabroni menilai posisi tawar anak muda dalam Pilkada sangat tinggi. Di mana, jumlah orang di Kabupaten yang dikategorikan anak muda berdasarkan UU Kepemudaan bisa mencapai sekitar 700.000 orang.

Dengan jumlah itu, pria yang akrab disapa Bang Obon ini mengatakan bahwa anak muda bisa menentukan arah masa depan Kabupaten Bekasi melalui Pilkada ini.

Bacaan Lainnya

“Untuk itu, saya mengajak pada anak muda untuk mengambil peran di Pilkada ini. Anak muda ini kan jumlahnya lebih 700 ribuan di Kabupaten Bekasi. Mereka bisa jadi penentu masa depan Bekasi. Ayo kita benahi Bekasi bareng-bareng,” kata calon Bupati dengan nomor urut 3 itu.

Bang Obon juga menyayangkan tidak hadirnya pemerintah dalam persoalan anak muda. “Berdasarkan data, itu ada sekitar 10 persen masyarakat Bekasi yang menganggur. Kalau jumlah penduduk Kabupaten Bekasi ada 3,1jt, berarti ada lebih dari 300 ribu orang yang nganggur. Itu yang usia produktif. Jadi pasti mayoritas mereka adalah anak muda,” ujar pasangan Bambanh Sumaryono ini.

Ia pun menilai kondisi ini sangat memprihatinkan. “Ini miris. Bagaimana bisa di daerah dengan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, ada 300 ribu lebih pengangguran. Pasti ada yang enggak beres kan?” tutur Bang Obon

Oleh karena itu, ia menilai perlu ada intervensi pemerintah daerah melalui kebijakan. “Gak bisa kita biarin begini. Kasihan anak-anak kita. Udah sekolah mahal, pas lulus gak bisa kerja,” tegasnya.

Ia juga melihat tak ada ruang-ruang bagi anak muda untuk mengasah kreativitasnya. “Yang jago desain, yang jago musik, yang jago nari, yang jago bisnis, kemana mereka harus membawa bakatnya itu. Gak ada kan? Menurut saya pemerintah kabupaten sekarang gak hadir untuk anak muda,” terang pria kelahiran Pebayuran ini.

Ia pun brrtekad untuk membuka ruang kreativitas bagi anak muda. “Baik melalui pembangunan dan pemberdayaan ruang-ruang publik, maupun ajang atau event. Anak muda harus diberi ruang,” tandasnya. (*)

Pos terkait