Obon Tabroni Hadiri Closing Musnik 7 PUK SPAMK FSPMI PT. HPPM Karawang : Demoralisasi Anggota Mulai Terlihat, Perkuat Di Internal PUK

Jakarta, KPonline – Musyawarah Kali ini pastinya berbeda dengan agenda Musnik PUK lainnya, PUK yang beranggotakan kurang lebih 2000an Anggota dari seluruh Karyawan tetap, Musnik ini di kemas menjadi tiga tahapan. Pembukaan, Sidang paripurna dan Closing. Panitia Musnik VII PUK SPAMK FSPMI PT. HPPM Karawang pastinya dengan kerja keras dan kekompakan team worknya, berupaya dan berusaha mengkemas Musnik VII ini lebih sukses, meriah serta lebih baik dari Musnik sebelumnya dan menjadi luar biasa.

Penutupan atau Closing Musnik yang ke 7 telah dilaksanakan pada hari Sab’tu (29/10/22) yang diselenggarakan di Mercure Hotel, Convention Center Ancol, Jakarta Utara. Sedangkan untuk pembukaan Ceremony Musnik VII pada hari Sab’tu (15/10/22) dan Sidang Paripurna pada Jum’at (21/10/22) di Brits Hotel Karawang.

Bacaan Lainnya

Agenda Musnik 7 ini diisi dengan sambutan – sambutan dari Ketua Stering Comitte (SC) Ade Kusmana, Ketua PUK SPAMK FSPMI PT. HPPM (Demisioner) Wahyu Saputra, Perwakilan Ketua terpilih di sampaikan oleh Sekretaris PUK SPAMK FSPMI PT. HPPM yang terpilih Abdul Gofar Ar-Rasyid, Sambutan dari Perwakilan Manjemen PT. HPPM H. Agus Hasanudin, S.H, Ketua Umum PP SPAMK FSPMI H. Furqon kemudian setelah Ishoma (Istirahat, Sholat dan Makan) di lanjutkan sambutan dari Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz, S.H dan Asmat Serum, S.H sebagai ketua terpilih PUK SPAMK FSPMI PT. HPPM periode 2022 – 2025, selanjutnya sambutan dari Obon Tabroni, kemudian yang terakhir sambutan dari ketua Majelis Nasional sekaligus Presiden KSPI dan Presiden Partai Buruh Ir. H. Said Iqbal, M.M yang dihadiri

Hadir dalam Closing Musnik VII ini selain Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz, S.H, PP SPAMK FSPMI dan para undangan kurang lebih 110 orang. Hadir juga di tengah tengah acara Obon Tabroni, Anggota DPR RI Komisi VIII sekaligus Deputi Presiden DPP FSPMI dalam sambutanya menyampaikan terima kasih kepada Panitia dan rasa hormat kepada PUK HPPM dan PP SPAMK FSPMI.

“Terima kasih, Saya tidak tahu ini pidato saya yang ke berapa, hari ini atau detik ini di PUK HPPM. Terima kasih kepada panitia yang telah memberikan undangan, rasa hormat saya kepada bung asmat, kemudian bung wahyu, kemudian bung Furqon dan teman – teman yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang hadir dalam kesempatan yang berbahagia kali ini. Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan. Yang pertama, hari ini di mana mana anggota kita, buruh, mengalami demoralisasi, semangat berjuang jauh sekali dibanding tahun tahun yang lalu mengalami penurunan. Aksi aksi berbeda dengan aksi hari hari yang lalu, konsolidasi – konsolidasi menjadi jarang dan seolah Organisasi kita stagnan pada titik yang sama. Kenapa itu bisa terjadi, kenapa kita yang anggota, Pengurus dan kita semua. Yang mesti bisa lebih semangat, mesti nya lebih aktif yang situasi saat ini banyak persoalan, tapi faktanya seperti itu. Salah satunya adalah di beberapa kasus mengalami kekalahan yang beruntun. PP 78, Omnibus Law dan banyak hal – hal lain. Itu fakta”, paparnya

kemudian, Obon menyampaikan lagi yang kedua persoalan ekonomi “Yang kedua, Persoalan ekonomi kemarin kemarin pun mengalami banyak persoalan, tapi Alhamdulillah tampaknya mulai tahun ini akan mengalami perubahan di pertumbuhan ekonomi. Tahun ini pertumbuhan ekonomi 5,2 % atau 5,4 % artinya apa? Ekonomi kita sudah bergerak, pada saat ekonomi bergerak. Bukan tidak kemungkinan, industri manufaktur terutama otomotif juga mengalami penguatan atau pergerakan produksi. Pemerintah sudah membuat aturan tentang mobil listrik, Hyundai itu sudah membuatnya. Hari ini adalah momentum G20, Wuling juga membuat Mobil listrik dan memberikan import secara jor jor an kepada pemerintah. Ke depan mobil yang di pakai oleh pejabat negara sebentar lagi akan beralih ke mobil listrik, saya sering bilang saat memberikan sambutan. Mobil listrik hanya membutuhkan 2400 Spare part, Sementara mobil konvensional mesin di butuhkan 25000 Komponen. Hanya 10% spare part yang di butuhkan dari listrik ke mobil bensin”, tambahnya

Ada pertanyaan dari Masyarakat, “Bang ga mungkin lah mobil listrik masuk ke kita (Indonesia)? Bang ga mungkin lah orang orang berubah/beralih (suka) ke mobil listrik? Memang betul tidak secara tiba – tiba, tapi alas itu mulai kelihatan di situasi hari ini tampaknya. Perusahaan – perusahaan jepang merk merk jepang itu belum bergerak. Yang lain kan sudah masuk, sekarang Hyundai sudah ada di Cikarang, Kemudian Wuling sudah bisa kita pesan, Tapi hari ini merk merk jepang belum bergerak masih tertutup. Padahal masuknya mobil listrik, komponen komponen itu akan hilang, di situasi ini tantangan ekonomi, kemudian tantangan politik, Forum hari ini, Forum Musnik, Forum Konsolidasi, tidak mungkin kita bisa kuat, tidak mungkin kita bisa menahan perubahan, tidak mungkin kita bisa exist kalau di dalam tidak kuat. Kalau konflik terus berlanjut, kalau hal sepele terus berlanjut, lantas Anggota akan ngambek dan segala macam, tidak mungkin kita akan kuat, semua sudah berubah, dunia sudah berubah, industri sudah berubah. Hari ini sudah saya sampaikan bahwa Bagamana cara penguatan di internal, karena semua kita dalam pembelajaran. Komunikasi masih tetap berjalan, HPPM bagi saya, sejak acara di Jatiluhur di tahun 2004 bareng almarhum rustan kita saling bantu, saling shearing, Komunikasi kita tetap terjaga sampai saat ini”, tutupnya.

Pos terkait