Nurudin Hidayat: Saatnya Buruh Merebut Ruang Politik untuk Mengubah Kebijakan

Nurudin Hidayat: Saatnya Buruh Merebut Ruang Politik untuk Mengubah Kebijakan

Surabaya, KPonline – Semangat memperkuat perjuangan kelas pekerja melalui jalur politik menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan oleh perwakilan DPW FSPMI Jawa Timur, Nurudin Hidayat, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) II SPLP FSPMI Kota Surabaya (7/6/26).

 

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Nurudin memaparkan perkembangan dan hasil Kongres VII FSPMI tahun 2026 februari lalu, yang menegaskan arah perjuangan organisasi buruh, termasuk penguatan peran Partai Buruh sebagai alat perjuangan politik kaum pekerja.

 

Mengawali pidatonya, Nurudin membangkitkan semangat peserta dengan seruan yang disambut antusias oleh kader dan anggota yang hadir.

 

“Buruh bersatu tak bisa dikalahkan. Buruh berkuasa rakyat sejahtera,” tegasnya.

 

Menurut Nurudin, lahirnya Partai Buruh merupakan langkah strategis untuk memperjuangkan kesejahteraan pekerja melalui jalur konstitusional. Ia menilai bahwa perjuangan di jalanan dan hubungan industrial harus dibarengi dengan perjuangan politik agar kebijakan yang lahir benar-benar berpihak kepada kaum buruh.

 

“Secara realistis, kesejahteraan buruh dapat diperjuangkan melalui jalur konstitusional, salah satunya melalui Partai Buruh. Karena itu, kita harus ikut membesarkan rumah perjuangan politik kaum pekerja ini,” ujarnya.

 

Nurudin menjelaskan bahwa saat ini Partai Buruh sedang mempersiapkan diri menghadapi tahapan menuju Pemilu 2029. Salah satu fokus utama yang tengah dilakukan adalah memperkuat basis keanggotaan sebagai syarat untuk lolos verifikasi peserta pemilu.

 

Untuk wilayah Surabaya, KPU menetapkan kebutuhan minimal sekitar 1.000 anggota sebagai salah satu syarat verifikasi. Sementara target yang ditetapkan secara nasional mencapai sedikitnya 2.000 anggota.

 

Namun demikian, hingga Januari 2025 jumlah anggota yang tercatat masih berada di kisaran 190 orang. Artinya, masih terdapat kekurangan yang cukup besar untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh pusat.

 

“Kita masih memiliki pekerjaan rumah yang besar. Keanggotaan harus terus ditingkatkan agar target verifikasi dapat terpenuhi dan Partai Buruh mampu menjadi peserta Pemilu 2029,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Nurudin menerangkan bahwa dalam tahapan menuju pemilu terdapat tiga faktor penting yang harus dibangun secara bertahap, yaitu popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas.

 

Popularitas berkaitan dengan tingkat keterkenalan Partai Buruh di tengah masyarakat. Setelah dikenal, langkah berikutnya adalah membangun akseptabilitas atau tingkat penerimaan masyarakat terhadap gagasan dan perjuangan partai. Tahap terakhir adalah elektabilitas, yaitu kemampuan memperoleh dukungan dan keterpilihan dalam kontestasi politik.

 

“Popularitas harus dibangun, akseptabilitas harus diperkuat, dan pada akhirnya elektabilitas harus dimenangkan. Semua itu membutuhkan kerja bersama dari seluruh kader dan anggota,” katanya.

 

Menutup sambutannya, Nurudin menegaskan bahwa Partai Buruh memiliki hubungan historis yang kuat dengan FSPMI sebagai organisasi serikat pekerja. Oleh karena itu, seluruh anggota diharapkan turut mengambil peran aktif dalam membesarkan partai sebagai instrumen perjuangan politik kaum buruh.

 

“Partai Buruh adalah partainya FSPMI. Karena itu, keberhasilan Partai Buruh merupakan bagian dari keberhasilan perjuangan kaum buruh Indonesia,” pungkasnya.

Pos terkait