Nani Kusmaeni : Pentingnya Pendidikan Bagi Kaum Buruh

Bogor, KPonline, – “Secara umum, pendidikan bagi kaum buruh sangatlah penting. Karena perjalanan buruh-buruh dalam mengisi kehidupan, bisa dibilang monoton, konstan, dan begitu-begitu saja. Dari rumah lalu ke pabrik, begitu terus hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Sehingga, peningkatan pengetahuan kaum buruh, dan juga peningkatan sumber daya manusia, yang didapatkan dari perusahaan dimana mereka bekerja minim. Dan karena itulah, mengapa peningkatan pengetahuan dan peningkatan sumber daya manusia, terutama bagi kaum buruh perlu ditingkatkan melalui pendidikan-pendidikan perburuhan,” ungkap Nani Kusmaeni, Vice President FSPMI Bidang Perempuan disela-sela Workshop Organizing bagi buruh perempuan.

Agenda kegiatan organisasi yang dilaksanakan di Pelangi Hotel and Resort, Sentul, Bogor ini, rencananya akan berlangsung 24-26 Juni 2020. Kurang lebih 30 orang buruh perempuan FSPMI telah hadir, untuk mendapatkan materi-materi pendidikan dalam mengorganisir anggota serikat pekerja/serikat buruh.

Bacaan Lainnya

“Bagi serikat pekerja/serikat buruh, kekuatan kaum buruh yang sebenarnya adalah, di tingkat kesadaran anggota dalam memahami pentingnya berserikat. Dan juga pentingnya memahami hal-hal umum, yang berkaitan dengan dunia ketenaga kerjaan. Dan karena pada hari ini (Kamis, 23 Juni 2020) kita sedang mengadakan pendidikan Workshop Organizing, maka kami akan fokus kepada materi-materi organizing,” lanjut Nani Kusmaeni kepada Media Perdjoeangan.

“Serikat pekerja/serikat buruh yang kuat adalah serikat pekerja/serikat buruh yang memiliki anggota yang banyak. Akan tetapi tidak hanya sekedar memiliki jumlah anggota yang banyak, mereka pun harus memiliki pemahaman pentingnya berserikat. Dan pada kesempatan kali ini, kami dari FSPMI ingin mendidik dan menciptakan pemimpin-pemimpin kaum buruh yang kuat dan tangguh,” lanjutnya.

“Kami pun tidak hanya akan sekedar melakukan perekrutan saja, akan tetapi lebih dari sekedar itu. Kami akan membina, merawat dan juga akan terus melakukan peningkatan pemahaman dan keahlian calon-calon pemimpin buruh di FSPMI. Agar muncul kader-kader pemimpin buruh di FSPMI di masa-masa yang akan datang,” jelas Nani Kusmaeni. (RDW)

Pos terkait