Purwakarta, KPonline-Bertempat di Aula Kantor Konsulat Cabang (KC) FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) Kabupaten Purwakarta, Musyawarah Daerah (Musda) IV Garda Metal FSPMI Kabupaten Purwakarta resmi digelar. Suasana kegiatan berlangsung penuh dengan nuansa kekeluargaan dan solidaritas tinggi antar para pimpinan serta anggota organisasi.(25/10/2026)
Dalam kesempatan tersebut, Panglima Koordinator Daerah (Pangkorda) Garda Metal Purwakarta periode 2022–2027, Erik Santoso, menyampaikan sambutan khusus di podium. Sambutan ini sekaligus menjadi momentum penyampaian laporan pertanggungjawaban moral dan perpisahan kepengurusan di akhir masa baktinya.
Dalam awal pidatonya, Erik menyapa satu per satu jajaran pimpinan dan tamu penting yang hadir memberi dukungan pada Musda IV ini. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para pimpinan dari Pimpinan Pusat (PP) SPE dan SPAMK seperti Bang Bakri dan Bang Ananto.
Apresiasi juga ditujukan kepada jajaran Panglima Nasional (Pangkornas) Garda Metal Supriyadi (Piyong), Pimpinan Sekretariat Nasional (Seknas) Isnaini Marjuki, serta para pimpinan Pimpinan Cabang (PC) SPA di Purwakarta seperti Ade Supyani (PC SPAMK), Gugat Trianto (PC SPEE), dan Hadi Hermawan (PC SPAI).
Tak lupa, ia memberikan penghormatan khusus kepada sosok yang ia sebut sebagai orang tua sekaligus pembimbing Garda Metal Purwakarta, Fuad B.M selaku Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kabupaten Purwakarta. Kebanggaan juga diungkapkannya atas kehadiran kader Garda Metal yang kini menjabat sebagai lurah Jomin Timur, Wandi.
Erik memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia pelaksana yang telah bekerja keras mempersiapkan Musda IV ini selama dua bulan terakhir.
“Saya merasa terharu atas hasil kerja dan dukungan seluruh tim. Terima kasih kawan-kawan panitia,” ujar Erik.
Erik Santoso bahkan menyebut bahwa Musda IV ini merupakan pelaksanaan Musda Garda Metal yang paling megah yang pernah diselenggarakan di Purwakarta berkat dukungan besar dari seluruh perangkat organisasi, baik DPP, DPW, Garda Metal Nasional, Konsulat Cabang, Pimpinan Cabang, hingga Pimpinan Unit Kerja (PUK) dan seluruh anggota.
Mengakhiri masa jabatannya, Erik Santoso menjelaskan bahwa percepatan pelaksanaan Musda di tahun 2026—yang seharusnya dijadwalkan pada 2027—dilakukan demi mematuhi instruksi organisasi hasil Kongres dan Munas. Keputusan ini mengharuskan seluruh agenda Muscab dan Musda digelar setelah Kongres dan Munas selesai dilaksanakan.
“Sesuai keputusan organisasi, Musda dilaksanakan lebih awal sehingga masa bakti kami terpotong satu tahun. Lumayan, dapat ‘diskon’ satu tahun,” ucap Erik yang disambut gelak tawa.
Di akhir sambutannya, Erik Santoso menyampaikan terima kasih atas segala dukungan materi, tenaga, dan pikiran yang telah diberikan oleh seluruh perangkat dan anggota selama kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika selama memimpin Garda Metal Purwakarta periode 2022–2026 masih terdapat kekurangan.
“Saya sebagai Panglima yang diamanahkan memimpin Garda Metal Purwakarta sadar masih banyak kekurangan dan masih harus banyak belajar. Mohon dimaklumi dan dimaafkan,” pungkasnya.



