Bekasi, KPonline – Musyawarah Unit Kerja Luar Biasa (Musniklub) Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAI FSPMI) PT Ferron Par Pharmaceuticals sukses digelar pada Minggu (25/10/2026), bertempat di Kantor Pimpinan Cabang (PC) SPAI FSPMI Kabupaten Bekasi.
Forum tertinggi di tingkat PUK tersebut mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dengan Saling Menjaga, Saling Mengingatkan, dan Saling Menguatkan”. Tema ini ditegaskan bukan sekadar slogan, melainkan menjadi ruh dan arah komitmen bersama seluruh anggota untuk kepengurusan periode 2026–2027.
Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan peserta dari berbagai departemen dan seksi telah memadati lokasi acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembagian suvenir, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars FSPMI, dilanjutkan laporan pertanggungjawaban pengurus, sidang pembahasan program kerja, hingga prosesi pemilihan dan pelantikan kepengurusan baru.
Dalam acara tersebut turut dihadiri perwakilan Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Kabupaten Bekasi, yaitu Wakil Ketua Bidang Organisasi, Aksi, dan Politik yaitu Amir Mahfuzh, S.E., Sulaeman selaku Sekretaris PC dan Supandi (Wakil Ketua Bidang IV).
Dalam sambutannya, Amir Mahfuzh menekankan esensi penting berorganisasi. Menurutnya, serikat buruh bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan instrumen perjuangan kolektif untuk melindungi hak dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Pada kesempatan yang sama, Supandi mengingatkan krusialnya pemenuhan hak pekerja dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia menegaskan bahwa keselamatan nyawa buruh harus berada di atas segala target produksi.
Sementara itu, Sekretaris PC Sulaeman mendorong jajaran pengurus untuk terus meningkatkan kapasitas diri. “Pengurus yang berpengetahuan dan percaya diri tidak akan mudah diintimidasi dalam setiap perundingan dengan manajemen,” tegas Sulaeman.
Azrul selaku ketua panitia Musniklub mepaparkan secara mendalam mengenai tema yang diambil dalam acara musniklub tersebut yaitu :
1. Saling Menjaga
Saling menjaga diartikan sebagai komitmen untuk tidak membiarkan satu pun anggota berjuang sendirian. Jika ada pekerja yang dipanggil pihak manajemen/HRD, mengalami kecelakaan kerja, atau terancam status kerjanya, hal itu menjadi tanggung jawab bersama.
“Kalau satu disakiti, semua merasa sakit. Kalau satu dibela, semua ikut kuat. Itu arti saling menjaga,” ujar Ketua PUK Terpilih dalam pidato perdananya. Ia juga menambahkan bahwa menjaga organisasi berarti turut menjaga nama baik serikat dengan menyelesaikan persoalan internal secara bijak.
2. Saling Mengingatkan
Prinsip ini menekankan keberanian untuk saling mengoreksi secara konstruktif demi kebaikan bersama. Pengurus maupun anggota diajak terbuka terhadap kritik demi kemajuan organisasi.
“Kita tidak anti-kritik. Pengurus yang tidak pernah diingatkan justru bisa lupa diri. Mengingatkan dilakukan dengan niat memperkuat dan membenahi, bukan menjatuhkan di depan umum,” tambahnya.
3. Saling Menguatkan
Saling menguatkan merupakan muara dari sikap saling menjaga dan mengingatkan. Perbedaan pendapat atau dinamika debat selama forum MUSNIKLUB dipandang sebagai hal wajar, namun seluruh elemen wajib kembali bersatu setelah forum berakhir.
“Jika kita sudah saling menjaga dan saling mengingatkan, kita pasti akan saling menguatkan. Dan kalau kita sudah saling menguatkan, tidak ada perjuangan yang tidak bisa kita menangkan,” tegasnya optimistis.
Melalui momentum ini, PUK SPAI FSPMI PT Ferron Par Pharmaceuticals diharapkan semakin solid dan tangguh dalam mengawal hak serta kesejahteraan seluruh anggotanya.