Surabaya, KPonline – Diantara beberapa mobil komando FSPMI Jatim yang berjajar gagah dalam barisan terdepan aksi Pra Mayday di Surabaya kemarin (Kamis, 16/04/26), tampak sebuah mobil yang cukup menarik perhatian peserta demonstrasi, karena selalu ada di tengah barisan setiap aksi besar serikat buruh di kota Pahlawan.
Yup, Mokom Ijo, panggilan mobil komando tersebut. Sebuah mobil niaga yang di sulap oleh para pekerja di Jember, untuk dijadikan alat perjuangan dalam menyampaikan aspirasi, melawan intimidasi, dan meminta hak normatif pekerja, maupun advokasi di bidang jaminan sosial untuk buruh dan masyarakat di muka umum.
Mobil komando yang secara administrasi milik PUK SPAI FSPMI PT. Indomarco Prismatama – Jember ini, merupakan mokom yang lahir pertama kali dan satu-satunya di miliki oleh FSPMI Jember. Lahirnya mokom tersebut di dasari oleh rasa kebersamaan seluruh anggota PUK (Pengurus Unit Kerja) yang mempunyai keinginan dan kesadaran betapa pentingnya untuk memiliki mobil komando sendiri, setelah sebelumnya selama kurun waktu 2 tahun, hanya bisa meminjam mokom Espass warna hitam milik FSPMI Pasuruan.
Saat di konfirmasi oleh tim KPonline secara terpisah, Nofi Cahyo Hariyadi selaku Ketua Konsulat Cabang FSPMI Jember, membenarkan hal tersebut diatas.
“Alhamdulillah barakallah Mokom Ijo adalah mokom yang lahir pertama kalinya di kelahiran PUK SPAI FSPMI PT. Indomarco Prismatama Jember, karena sebelum memiliki Mokom Ijo, kita FSPMI Jember mendapatkan amanah oleh Abah Jazuli selaku Ketua DPW FSPMI Jatim, guna membawa dan merawat mokom Espass Hitam milik FSPMI Pasuruan selama kurang lebih berjalan 2 Tahun” Ucap pria yang kerap di panggil Bung Nofi ini.
Lahirnya Si Ijo yang sampai dengan saat ini dianggap menjadi tonggak dinamika perjuangan FSPMI Jember, benar-benar sangat besar sekali manfaatnya, hal tersebut bisa di lihat dari konsistensi kehadiran mokom tersebut dalam setiap kegiatan organisasi di tingkat daerah maupun provinsi. Dan bukan sekedar hadir, Si Ijo juga di nilai punya peranan penting sebagai salah satu kunci keberhasilan setiap aksi demonstrasi maupun advokasi, karena di anggap sukses memberikan tekanan terhadap lawan-lawannya saat beraksi.
Bung Nofi juga menyampaikan kepada KPOnline, tentang perjuangan yang harus di jalani Si Ijo setiap mengikuti kegiatan aksi gabungan di tingkat Jatim.
“Setiap aksi di tingkat Jatim yang mengharuskan kami berangkat ke Surabaya, kita anggota FSPMI Jember, berangkat pukul 02.00 hingga tiba di Masjid Kejaksaan Surabaya sekitar pukul 08.30 WIB pagi, di karenakan kondisi kendaraan berat akibat bawa penumpang penuh, jadi harus menjaga agar mokom tidak terjadi trouble, sehingga lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan di jalan dan berkendara secara santun pulang pergi dari Jember Surabaya hingga balik lagi ke Jember kembali, makasih.” Pungkasnya.
Kedepannya Nofi berharap agar Mokom Ijo ini bisa senantiasa selalu aktif dalam kegiatan organisasi dan bisa memberikan manfaat bagi sesama.
“Alhamdulillah barakallah semoga Mokom Ijo ini selalu bisa mengawal derap langkah Perjuangan FSPMI dan Jamkeswatch secara amanah, istiqomah serta militansi yang benar-benar, Khoirunnas Anfauhum Linnas adalah hadis Nabi Muhammad SAW, yang bermakna “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (orang lain)”. Hadis ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, Ahmad, dan Ad-Daruqutni, menekankan pentingnya menebarkan kebaikan, ilmu, harta, dan pertolongan bagi sesama, makasih.” tutup Nofi.
(Bobby)



