Melawan Union Busting, Ratusan Buruh Jakarta Timur Ini Geruduk PT. Yamaha Indonesia

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Sekitar 500 orang massa aksi dari anggota DPC FSP LEM SPSI Jakarta Timur, berunjuk rasa di depan gedung perusahaan PT. Yamaha Indonesia (YI) kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur hari ini Kamis (29/8).

 

Berita Lainnya

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas kepada Rusli Rahadi Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT. Yamaha Indonesia dan Bani Putra, Sekretaris PUK PT. Yamaha Indonesia, yang di-PHK secara sepihak oleh manajemen PT. YI. Kedua pucuk pimpinan PUK PT. YI itu di PHK pada Senin 12 Agustus 2019 yang lalu.

Salah satu orator aksi, Warnadi Rakasiwi mengatakan “aksi solidaritas ini hanya dihadiri perwakilan PUK-PUK se-Jakarta Timur. Akan tetapi apabila Rusli dan Bani tidak dipekerjakan kembali oleh manajemen PT. Yamaha Indonesia, maka kami akan melakukan aksi lebih besar lagi dengan massa secara nasional,” ujar Warnadi yang juga Ketua DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Bekasi.

 

Warnadi adalah mantan karyawan PT. YI yang pernah mengalami nasib yang sama dialami oleh Rusli Rahadi. Kehadirannya di aksi tersebut, sebagai bentuk dukungan moral dan solidaritas sesama aktivis serikat pekerja.

 

Saat orator di atas mobil komando sampaikan orasi, beberapa perwakilan massa aksi tengah diterima manajemen PT. YI. Sementara Rusli Rahadi, mengungkapkan apresiasinya pada FSP LEM SPSI, organisasi pekerja tempat bernaung PUK PT. YI, yang telah menunjukkan kepedulian pada nasib yang sedang ia alami. Rusli berharap, manajemen PT. YI menanggapi secara positif aksi solidaritas yang digelar DPC FSP LEM SPSI jakarta Timur ini.

 

Ketua PUK PT Yamaha Indonesia, Rusli Rahadi dan Sekretaris Bani Putra adalah 2 orang pekerja yang di-PHK manajemen perusahaan secara sepihak dan sebagai organisasi yang menaungi Rusli Rahadi dan Bani Putra, FSP LEM SPSI menilai tindakan terhadap Rusli dan Bani merupakan penghinaan terhadap organisasi. Sebab keduanya adalah ketua dan sekretaris PUK, simbol dari eksitensi organisasi pekerja di perusahaan. Apalagi ini adalah ekses dari perjuangan karyawan didukung oleh PUK dalam menuntut kenaikan gaji. FSP LEM SPSI akan memberikan pembelaan secara maksimal kepada Rusli dan Bani dengan segenap perangkat dan sumber daya yang dimiliki. (Omp)

Pos terkait