Longsor Tebing Setinggi 100 Meter Timbun Terowongan Proyek PLTA Upper Cisokan, Aktivitas Dihentikan Sementara

Longsor Tebing Setinggi 100 Meter Timbun Terowongan Proyek PLTA Upper Cisokan, Aktivitas Dihentikan Sementara

Bandung Barat, KPonline – Longsor besar melanda tebing di area proyek PLTA Upper Cisokan, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat, 1 Mei 2026. Material tebing setinggi 100 meter menimbun area terowongan, namun tidak ada korban jiwa karena bertepatan dengan hari buruh internasional.

Peristiwa ini terjadi di Bukit Pasir Datar, area proyek PLTA Upper Cisokan, Desa Sukaresmi, Rongga, Bandung Barat, sekitar siang hingga sore hari. Longsor dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah perbukitan selama beberapa jam.

Material tanah dan bebatuan dari tebing longsor menimbun akses jalan dan tailrace tunnel outlet (TTO), atau area terowongan air proyek. Aktivitas proyek langsung dihentikan sementara akibat kondisi tanah labil dan potensi longsor susulan.

Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Saat longsor terjadi, seluruh pekerja proyek sedang libur bertepatan dengan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026.

PLN selaku pengelola proyek menghentikan sementara seluruh aktivitas PLTA Upper Cisokan untuk sterilisasi area dan peninjauan teknis. Tim teknis dikerahkan untuk mengkaji stabilitas tebing dan menentukan langkah penanganan.

Selanjutnya diketahui BPBD Kabupaten Bandung Barat terus melakukan pemantauan di lokasi. Warga di sekitar proyek diimbau waspada karena curah hujan masih tinggi dan struktur tanah belum stabil.

Sebelum kejadian di Rongga, longsor juga dilaporkan menghancurkan fasilitas di objek wisata Curug Malela, Bandung Barat. BPBD mencatat curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir memicu pergerakan tanah di beberapa titik perbukitan.

PLTA Upper Cisokan merupakan proyek strategis nasional berkapasitas 1.040 MW yang ditargetkan menopang kelistrikan Jawa-Bali. PLN menyatakan akan mengumumkan kelanjutan proyek setelah hasil kajian teknis rampung. (Yanto)