“Mas Kahar, Daripada Ribut DP Mending Perjuangin Cicilan 0 Rupiah”

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPW FSPMI DKI Jakarta Winarso sedang memberikan keterakan kepada wartawan. | Kahar S. Cahyono

Jakarta, KPonline – Pernyataan Sandiaga Uno terkait perumahan DP 0 rupiah menjadi polemik. Ini setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih itu menyampaikan, rumah dengan DP 0 rupiah hanya cocok untuk keluarga yang pendapatannya 7 – 10 juta. Salah satu yang mempermasalahkan kok ya orang yang saya kagumi, sekaliber Kahar S. Cahyono.

Jujur saja, saya banyak terinspirasi oleh tulisan Mas Kahar. Saya juga selalu stalking facebook Mas Kahar, untuk mengetahui kabar terbaru apa yang belio sampaikan. Makanya saya agak grogi ketika kemudian merasa perlu untuk menanggapi tulisan beliao: Jangan Ingkari Janji, bang Sandi.

Bacaan Lainnya

Saya tahu, Mas Kahar merupakan salah satu yang paling aktif berkampanye untuk Anies – Sandi melalui tulisan. Karena itu, saya memahami esensi dari tulisan belio. Barangkali Mas Kahar ingin mengingatkan Anies – Sandi terhadap janji-janjinya semasa kampanye. Sebuah kontrol sosial yang harus dilakukan. Semacam cara untuk bertanggungjawab atas pilihan yang telah ditetapkan.

Tetapi Mas Kahar harus tahu, bahwa masih terlalu dini menilai kinerja Anies – Sandi. Dilantik pun belum. Kerja belum apa-apa.

Tak masalah kita khawatir. Tetapi jangan sampai kekhawatiran itu justru menghembuskan aura negatif pada pasangan ini. Kita harus memberikan kepercayaan. Juga memberikan dukungan, untuk membuktikan bahwa Anies – Sandi terpilih bukan sekedar “asal bukan Ahok”. Mereka berdua terpilih, karena, memang, kita percaya pada program dan kapasitasnya pasangan ini.

Asal Mas Kahar tahu, tentang DP 0 rupiah, isu digoreng sedemikian rupa oleh mereka yang tidak suka Anies – Sandi menjadi Gubernur. Mereka membuat framming, bahwa seolah-olah Anies – Sandi sudah gagal. Bagi saya ini menjadi humor paling lucu pekan ini. Gimana dikatakan gagal? Lha wong bekerja juga belum. Alih-alih mengkritis kinerja pak Djarot yang tinggal dalam hitungan hari, ini malah nyinyir pada pasangan yang dilantik pun belum.

Kemudian banyak orang yang mengatakan, kampanye Pilkada hanya memberikan khayalan. Apa karena kurang move on? Bagi saya justru sebaliknya. Pilkada, dengan segala janji kampanye membuat kita realistis dan memiliki harapan. Gagasannya sudah ada. Tinggal komitmennya untuk menjalannkannya.

Tentang rumah itu, lagipula bang Sandiaga juga sudah mengklarafikasi. Skema terkait program perumahan DP 0 rupiah belum selesai dan masih terus dibahas.

Jika mau mengkritisi, mari bicara esensi. Bahwa program ini ditujukan kepada masyarakat Jakarta agar bisa memiliki rumah. Jadi, di titik ini, seharusnya semua energi dan pemikiran harus dicurahkan.

Kalau saya, Mas Kahar, daripada otot-ototan soal DP 0 rupiah, mending kita meminta cicilan 0 rupiah. Katakanlah ada rumah DP 0 rupiah. Pertanyaannya, mampukan warga Jakarta membayar cicilannya setiap bulan? Ini lebih strategis untuk dipikirkan. Bayangkan jika seperti ini. Oke, DP rumah 0 rupiah. Tetapi cicilan 1,5 juta rupiah. Gubrak!

Maka berilah kepercayaan kepada Anies – Sandi untuk merumuskan formulasinya. Beri kesempatan untuk bekerja.

Kasarnya ngomong, buat apa DP 0 rupiah jika orang-orang berpendapat menengah ke bawah di Jakarta tidak mampu membayar cicilannya? Ini kan seperti orang biasa dikasih mobil Lamborghini. Untuk perawatan dan pajak saja bisa habis puluhan bahkan ratusan juta, belum bahan bakarnya, maka bisa-bisa mobil mewah itu mangkrak tanpa guna.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *