Longmarch Buruh : Antara Karawang – Bekasi

Bekasi, KPonline – Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi, Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi. Kami sudah beri kami punya jiwa, Kerja belum selesai, Kami cuma tulang-tulang berserakan, Tapi adalah kepunyaanmu, Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan , Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan

Penggalan puisi karya Chairil Anwar berjudul Karawang-Bekasi seakan memiliki pesan yang dalam bagi generasi penerus bangsa. Kita yang masih hidup tidak boleh menyia-nyiakan perjuangan mereka yang sudah mati. Kita wajib meneruskan perjuangan yang belum selesai, meskipun Indonesia sudah merdeka.

Bacaan Lainnya

Faktanya, hingga hari ini masyarakat masih ada yang hidup didalam garis kemiskinan. Tak terkecuali para buruh pabrik. Hal inilah yang menjadi dasar, buruh yang tergabung dalam FSPMI/KSPI melakukan longmarch dari Surabaya menuju Jakarta. Jarak yang cukup jauh, lebih dari 750 KM ditempuh dengan berjalan kaki. Artinya buruh tidak main-main dalam memperjuangkan nasibnya. Buruh menginginkan perubahan nasib yang lebih baik. Buruh menginginkan hidup dengan layak, dengan upah yang cukup.

Pemerintah saat ini yang seharusnya menjadi pengayom, menjadi tumpuan harapan, seperti jauh panggang jauh daripada api. Alih-alih memberikan kehidupan yang lebih baik, akan tetapi buruh diberikan kado pahit di satu tahun awal pemerintahan. PP 78 tahun 2015, hanyalah satu dari banyaknya persoalan bagi buruh saat ini. Kenaikan upah yang hanya dibatasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi belum mampu menjawab kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Belum lagi dicabutnya subsudi listrik, gas, bbm, yang semakin mencekik hidup rakyat. Selain itu jaminan pensiun, jaminan kesehatan, jaminan kepastian mendapatkan pekerjaan juga menjadi seperti mimpi di siang bolong. Wajar, jika buruh menginginkan 2019 untuk mengganti Presiden secara konstitusional.

Dengan memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto, buruh menaruh harapan. 1 Mei 2018 lalu, KSPI dan Prabowo Subianto telah membuat kesepakatan di dalam kontrak politik yang berisi 10 tuntutan buruh dan rakyat. Ini menjadi bukti bahwa buruh masih punya harapan untuk pemerintahan yang baru. Tentunya tahun 2019, Prabowo Subianto harus bisa memenangkan pemilihan presiden. Sebagai wujud dukungan nyata, buruh melakukan longmarch Surabaya – Jakarta sambil membagikan selebaran tentang sepultura kepada masyarakat.

Rombongan longmarch buruh saat ini sudah memasuki perbatasan Karawang dan Bekasi. Mereka sudah berjalan sejak 5 Agustus lalu. Rombongan longmarch disambut buruh Bekasi di perbatasan Karawang – Bekasi untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Bergabung dengan buruh dari Cilegon, Banten yang juga melakukan longmarch. Di perbataaan disambut oleh Ketua KC FSPMI Bekasi Supriyatno. Perjuangan buruh kali ini tidak boleh sia-sia. Tidak boleh hanya menjadi tulang berserakan dan akhirnya terlupakan. Puisi Karawang Bekasi, menjadi pesan untuk kita semua, bahwa perjuangan tidak boleh sia-sia. Kitalah kaum buruh yang harus berjuang di garis terdepan, menentukan nasib kita sendiri. 2019 wajib ganti Presiden.

(Ed)

Pos terkait