Kunjungi RSUD Cileungsi, Ini Yang Disampaikan Jamkeswatch Bogor

  • Whatsapp

Bogor, KPonline – Menindaklanjuti terbitnya Peraturan Bupati Bogor Nomor 25 tahun 2020 tentang tarif ambulance, maka pada hari ini, Jum’at (24/7/2020), Jamkeswatch Bogor kembali kunjungi RSUD Cileungsi, Bogor.

Hal ini dimaksudkan agar pada saat ada pasien yang akan dirujuk dengan fasilitas ambulance lengkap bisa terpenuhi. Adapun alasannya, karena saat ini RSUD Cileungsi merupakan salah satu rumah sakit yang sudah memiliki ambulance dengan fasilitas lengkap.

Bacaan Lainnya

Hal ini diharapkan bisa menjadi penyelesaian masalah penambahan biaya, pada saat proses rujukan menggunakan Ambulance Gawat Darurat (AGD). 

Diterima oleh Dr. Afrizal selaku Kepala Bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan bagian pengaduan pelayanan, Perwakilan Jamkeswatch Bogor berharap agar ambulance yang ada saat ini bisa digunakan juga oleh rumah sakit lain, yang ada di seputaran wilayah Bogor bagian timur untuk rujukan pasien, untuk menghindari adanya penambahan biaya.

Menurut Aden Artajaya, terbitnya Perbup 25/2020 setidaknya bisa menjadi lampu hijau untuk rumah sakit yang akan merujuk pasien yang selama ini terbentur oleh fasilitas dan biaya klaim yang sangat kecil.

“Dengan tarif yang sudah naik dan boleh dibilang layak, serta fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah, harapannya biaya rujukan pasien tidak lagi menjadi alasan rumah sakit untuk membebankannya kepada pasien,” ujar Aden kepada Media Perdjoeangan.

Menanggapi apa yang disampaikan Jamkeswatch Bogor, Dr. Afrizal menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan penggunaan Ambulance Gawat Darurat (AGD) yang ada di RSUD Cileungsi saat ini.

Merujuk pada Perbup 25/2020, dia menyampaikan terkait prosedur penggunaan AGD harus jelas, dan pihaknya sudah meminta Dinas terkait, dalam hal ini yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, agar membuat SOP penggunaaan ambulance secepatnya, dan segera bisa disosialisasikan kepada seluruh pimpinan rumah sakit di wilayah Bogor bagian timur.

“Kalau dinas bergerak cepat, maka kendala fasilitas rujukan pasti akan segera terselesaikan,” ucap Dr. Afrizal.

Mengenai kekurangan tenaga medis dan pengemudi Ambulance Gawat Darurat (AGD) akan segera disiapkan, karena sampai hari ini untuk tenaga medis yang sudah kompeten dalam rujukan dengan AGD masih bergabung ke dalam tim IGD.

Penulis dan Foto : Trihadi
Editor : RDW

Pos terkait