Konsolidasi DPW FSPMI DKI Jakarta: Perkuat Soliditas, Kawal Gugatan, dan Siapkan Aksi Besar ke DPR RI

Konsolidasi DPW FSPMI DKI Jakarta: Perkuat Soliditas, Kawal Gugatan, dan Siapkan Aksi Besar ke DPR RI

Jakarta, KPonline – Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) DKI Jakarta kembali menggelar konsolidasi organisasi dengan menghadirkan jajaran pengurus DPW, PC SPA FSPMI, pilar organisasi, serta anggota. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor DPW FSPMI kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa (14 April 2026).

Konsolidasi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPMI dalam rangka memperkuat soliditas dan menyatukan langkah organisasi di tengah dinamika yang tengah dihadapi.

Bacaan Lainnya

Ketua DPW FSPMI DKI Jakarta, Winarso, dalam arahannya menyampaikan perkembangan terkini organisasi pasca pelaksanaan kongres dan Musyawarah Nasional (Munas) FSPMI. Ia menegaskan bahwa saat ini organisasi masih berada dalam tahap pembenahan internal.
Menurutnya, dinamika yang terjadi, termasuk adanya gugatan terhadap FSPMI di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang kini telah memasuki persidangan keempat, menjadi perhatian serius seluruh jajaran organisasi.

“DPW FSPMI DKI Jakarta akan terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga keutuhan dan marwah organisasi,” tegas Winarso.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota agar tetap solid dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya merusak organisasi. Menurutnya, menjaga FSPMI sebagai “rumah bersama” adalah tanggung jawab seluruh anggota.

Selain membahas dinamika organisasi, konsolidasi ini juga difokuskan pada persiapan aksi massa dalam waktu dekat. Salah satu agenda utama adalah aksi yang akan digelar pada 16 April 2026 di Gedung DPR RI.

Aksi tersebut bertujuan untuk mendorong DPR RI segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan yang baru. FSPMI menilai regulasi yang ada saat ini belum sepenuhnya melindungi kepentingan kaum buruh.

Dalam tuntutannya, FSPMI secara tegas menyerukan penghapusan sistem outsourcing serta penolakan terhadap praktik upah murah yang masih terjadi di berbagai sektor industri.

Winarso menegaskan bahwa perjuangan ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh kaum buruh. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anggota untuk turut serta menyuarakan aspirasi secara masif dan terorganisir.

Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan peran PUK dan SPA FSPMI di seluruh wilayah DKI Jakarta guna memastikan mobilisasi massa berjalan optimal sesuai instruksi DPP FSPMI.

Dalam konsolidasi tersebut, ditargetkan jumlah massa aksi dari DKI Jakarta dapat mencapai lebih dari 700 orang. Target ini dinilai realistis apabila seluruh elemen organisasi bergerak secara serentak.

Selain aksi pada 16 April, FSPMI juga telah menyiapkan agenda peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Berbeda dari tahun sebelumnya, FSPMI akan menggelar aksi secara mandiri di Gedung DPR RI.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan arahan pemerintah serta strategi organisasi. FSPMI memilih untuk tidak bergabung dalam aksi di Istana Negara dan lebih fokus menyampaikan tuntutan langsung kepada DPR RI.

Melalui konsolidasi ini, DPW FSPMI DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk tetap solid, disiplin terhadap instruksi organisasi, serta konsisten dlam memperjuangkan hak-hak buruh, khususnya dalam mendorong lahirnya undang-undang ketenagakerjaan yang baru dan berpihak kepada pekerja.

Pos terkait