Konsolidasi Akbar PUK SPAMK FSPMI PT SAMI JF, Menuju Aksi Pengawalan Mediasi

  • Whatsapp

Jepara, KPonline – Buruh yang tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAMK FSPMI) PT. SAMI-JF, Jumat (28/8/2020), memadati lapangan perusahaan.

Ratusan buruh tersebut melakukan giat konsolidasi akbar bersama dengan pengurus PUK SPAMK FSPMI PT. SAMI-JF seusai bekerja.

Bacaan Lainnya

Giat konsolidasi akbar mereka selenggarakan guna menggalang kekompakan dan jiwa solidaritas menyongsong akan adanya aksi pengawalan mediasi di kantor Diskopukmnakertrans Jepara.

“Konsolidasi kita gelar menyongsong adanya aksi pengawalan mediasi di kantor Diskopukmnakertrans Jepara,” ucap Bidang Organisasi PUK SPAMK FSPMI PT. SAMI-JF Andik Wijaya.

Dari informasi yang dihimpun oleh koranperdjoeangan.com, mediasi akan dilakukan Selasa (1/9/2020). Mediasi yang akan berlangsung tersebut, nantinya akan membahas mengenai Surat Peringatan (SP) 2 yang dijatuhkan kepada anggota dan pengurus dari PUK SPAMK FSPMI PT. SAMI-JF yang diduga dilakukan secara sepihak oleh pihak perusahaan.

“Pada intinya SP 2 yang dijatuhkan kepada anggota dan pengurus PUK SPAMK FSPMI PT. SAMI-JF kurang tepat. Karena anggota dan pengurus tidak terbukti dalam melakukan kesalahan yang menyebabkan terjadinya Customer Claim di perusahaan,” ujar Andik.

Dalam Bipartit yang sudah dilakukan, mereka hanya menuntut supaya surat peringatan (SP) 2 tersebut dicabut. Karena tidak ada bukti riil yang dapat membuktikan bahwa penerima surat peringatan (SP) 2 tersebut bersalah dan bahasa yang digunakan oleh perusahaan dalam berargumen masih kemungkinan.

“Bipartit sudah kita lakukan beberapa kali kita hanya menuntut agar SP 2 dicabut karena tidak ada bukti riil sebaga bukti yang menyatakan bahwa penerima SP 2 benar bersalah. Namun, dalam Bipartit tersebut tidak ada hasil yang bisa disepakati atau Deadlock. Sehingga mediasi pun menjadi cara yang kita tempuh selanjutnya,” ucap Andik.

Dedi Agus Setiawan yang juga mengisi konsolidasi akbar turut mengimbuhkan pentingnya aksi pengawalan mediasi yang akan mereka lakukan.

Aksi pengawalan bertujuan untuk memberi dukungan kepada rekan buruh mereka yang dijatuhi surat peringatan (SP) 2 dan juga tim pengurus PUK SPAMK FSPMI PT. SAMI-JF yang akan berunding dalam mediasi. Mobil Komando juga akan mereka siapkan untuk mengkoordinir massa buruh yang mengawal jalannya mediasi.

“Pengawalan rencananya akan kita lakukan dengan membawa mobil komando untuk memberi support kepada rekan buruh kita yang dijatuhi SP 2 oleh perusahaan dan menambah semangat untuk tim perunding dari perwakilan buruh yang akan bermediasi,” ucap Dedi Agus Setiawan Bidang Pendidikan PUK SPAMK FSPMI PT. SAMI-JF.

Mereka terlihat serius terhadap aksi pengawalan yang akan mereka lakukan. Selama proses mediasi, mereka juga akan mempersiapkan langkah-langkah yang lain guna mempersiapkan adanya aksi lanjutan supaya surat peringatan (SP) 2 dicabut. (Ded)

Pos terkait