Ketimbang Tim Sukses, Prabowo – Sandi Prioritaskan Masalah Ekonomi

  • Whatsapp
Pasangan bakal calon presiden dan calon wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat menggelar konferensi pers di di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (7/9/2018).(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Jakarta, KPonline –  “Jadi menurut saya masalah ekonomi ini adalah masalah bangsa. Masalah tim sukses itu masalah teknis, tidak ada masalah yang prinsip.” Pernyataan ini disampaikan bakal calon presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Jum`at (7/9/2018).

Pernyataan ini hendak menegaskan, bahwa permasalahan bangsa jauh lebih utama ketimbang sebuah tim pemenangan. Bukankah substansi dari sebuah kemenangan dalam pemilihan presiden adalah mengatasi permasalahan, membangun Indonesia yang berkeadilan sosial?

Bacaan Lainnya

Apalagi, masih ada waktu hingga 20 September 2018 untuk mendaftarkan tim sukses ke KPU. Tidak ada yang perlu diburu-buru.

Perhatian khusus kubu Prabowo – Sandi terkait masalah ekonomi membuat saya semakin mantap untuk mendukungnya. Terlihat sekali, bahwa pasangan ini lebih mementingkan persoalan rakyat.

Bahkan, menurut Prabowo, berbagai pihak justru mendesak koalisi agar mengadakan pertemuan rutin untum membahas masalah ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat saat ini.

“Atas saran dari berbagai pihak minta kepada saya untuk segera menyelenggarakan pertemuan ini untuk kita bahas secara ilmiah, secara rasional keadaan yang dihadapi oleh rakyat kita sekarang ya,” ujar Prabowo.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Sandiaga Uno, permasalahan ekonomi yang disoroti koalisi adalah sebagai berikut:

Pertama, melemahnya nilai kurs rupiah yang dinilai berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan berkurangnya daya beli masyarakat kecil.

Kedua, melemahnya fundamental ekonomi yaitu defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

Ketiga, sektor manufakturing yang menurun dan pertumbuhan sektor manufakturing yang di bawah pertumbuhan ekonomi.

Keempat, kekeliruan dalam orientasi dan strategi pembangunan ekonomi, antara lain tidak berhasilnya pemerintah dalam mendayagunakan kekuatan ekonomi rakyat.

Pos terkait