Ketika Hujan Bukan Penghalang

Bogor, KPonline – Meskipun diguyur hujan lebat dan basah sekujur badan, buruh-buruh Bogor yang melakukan Aksi 7/11 tetap bersemangat dan tidak beranjak dari Kantor Bupati Bogor.

Dalam perjuangan, hujan bukanlah penghalang. Justru sebaliknya, ia menjadi semacam rahmat.

Bacaan Lainnya

Bila bagi petani hujan adalan kebahagiaan karena pertanda musin tanam segera tiba, bagi kaum buruh, hujan adalah penanda bahwa perjuangan mereka akan segera mendapatkan kemenangan.

Dalam aksi itu, perwakilan massa aksi ditemui anggota DPRD dan Kadisnakertrans Kabupaten Bogor. Setelah perwakilan buruh Bogor bertemu dan menyampaikan aspirasi mereka selama kurang lebih 2 jam kepada perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Setelah perwakilan buruh Bogor keluar dari Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor bersama dengan perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

Adapun mengenai substansi dari audiensi tersebut, dapat dibaca dalam artikel berjudul Perwakilan Massa Aksi Buruh Bogor Ditemui Untuk Audiensi. Ini Hasilnya.

Tarian di tengah hujan.

Perwakilan buruh Bogor mempersilahkan kepada perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk naik ke atas Mobil Komando (Mokom) milik FSPMI Bogor. Naik ke atas mobil komando, anggota DPRD Komisi 4 Wasto dan Aminuddin, juga Kadisnakertrans Kabupaten Bogor Yos Sudrajat.

Wasto dan Aminuddin menyampaikan bahwa Upah Padat Karya harus dihapuskan karena memang menyalahi UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Sempat terjadi kericuhan disaat Kadisnakertrans Kabupaten Bogor Yos Sudrajat berbicara diatas mobil komando. Karena Yos Sudrajat sempat emosi ketika banyak buruh yang mencemooh apa yang sedang disampaikan.

Hal ini dijawab oleh oleh Mulyana Ketua Divisi Aksi Garda Metal Bogor Raya, “bahwa seringkali pejabat-pejabat Pemerintah Daerah tidak mampu bersikap adil apalagi terhadap buruh” tegas Mulyana diatas mobil komando. Sontak saja hal tersebut disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh massa aksi yang hadir.

Orasi-orasi disampaikan oleh beberapa perwakilan buruh dari berbagai serikat pekerja/serikat buruh. Hingga akhirnya pada pukul 17:00 WIB, Aksi 7/11 Buruh Bogor Bergerak ditutup dengan Lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ananto Prasetya selaku Panglima Koordinator Daerah Garda Metal Bogor Raya.

Sebelumnya, pada tanggal 2 November lalu, buruh Bogor yang dipelopori oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) juga melakukan aksi untuk menuntut upah layak.

Pos terkait