Kenapa Buruh Harus Berpolitik?

Bogor, KPonline – Pada Sabtu 18 Agustus 2018 Supri Izhar bersama Tim REAKSI (Relawan Kemenangan Supri Izhar) dan Tim Relawan Jamkeswatch Bogor Regional 1 yang diwakili oleh Aden Artajaya melakukan agenda rutin untuk sosialisasi dan diskusi tentang program Buruh Go Politik FSPMI. Kali ini jadwal agenda bergulir ke PUK SPL-FSPMI PT. Tonggak Ampuh.

Meskipun acara kegiatan organisasi yang dilaksanakan secara sederhana dipelataran parkir PT. Tonggak Ampuh, tapi tidak mengurangi antusiasme anggota, pengurus PUK SPL-FSPMI PT. Tonggak Ampuh dan Garda Metal PUK SPL-FSPMI PT. Tonggak Ampuh, untuk mendengarkan bimbingan dan pengarahan tentang alasan kenapa buruh harus berpolitik.

Melihat kondisi saat ini, buruh hanya dipandang sebelah mata oleh pemerintah.

Kebijakan-kebijakannya tidak berpihak pada kepentingan buruh, termasuk kebijakan upah murah yang harus mengikuti aturan PP78/2015, dimana penyesuaian upah buruh tidak lebih dari 10% dalam nominal rata-rata mengikuti inflasi dan indeks pertumbuhan ekonomi.

“Di lain sisi kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, tarif dasar listrik dan kenaikan harga BBM, melebihi kenaikan upah rata-rata. Dampak dari itu semua, daya beli buruh dan rakyat menurun, kemampuan untuk belanja dan membeli barang-barang kebutuhan pokok yang mendasar saja semakin menghimpit rakyat. Penderitaan buruh tidak dapat lagi di tolerir lagi, kepedulian pada perubahan kebijakan dapat dilakukan ketika buruh masuk kedalam sistem demokrasi dan mengkritisi untuk melakukan sikap dalam parlemen,” ungkap Supri Izhar didepan kurang lebih 100 orang peserta sosialisasi program Buruh Go Politik FSPMI.

Begitu pula yang dituturkan oleh Aden Artajaya yang tegas dalam mengkritisi pelaksanaan program JKN-BPJS Kesehatan.

“Dilapangan banyak sekali oknum-oknum rumah sakit yang berusaha menolak pasien BPJS Kesehatan dengan berbagai alasan,” tutur Aden.

Sebagai aktivis buruh sekaligus juga Relawan Jamkeswatch, Aden sering melakukan advokasi kepada pasien-pasien BPJS Kesehatan yang dimintai untuk membayar obat-obatan oleh pihak rumah sakit dengan alasan bahwa stok obat yang di cover oleh BPJS kehabisan.

“Padahal seharusnya pihak rumah sakit memberikan obat sesuai rekomendasi dokter dengan manfaat obat yang sama dan tidak seharusnya pasien di minta mencari obat sendiri. Jika ada kasus pelayanan kesehatan yang tidak benar oleh oknum-oknum rumah sakit, saya berjanji siap dengan sukarela mendampingi dalam advokasi pembelaan pasien. Karena mempersulit pasien BPJS Kesehatan, artinya mengundang Relawan Jamkeswatch untuk datang,” tegas Aden.

“Begitu banyak hal yang seharusnya diketahui oleh kaum buruh dan rakyat tentang hidup bernegara dan berdemokrasi. Menjadi tantangan bagi Supri Izhar dan Tim REAKSI melakukan edukasi kepada buruh dan masyarakat umum seluas-luasnya,” terang Novianto yang merupakan anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor disaat menurutup acara diskusi.

“Kami siap dengan sepenuh hati dalam mendukung Supri Izhar dalam konstelasi politik pada pemilihan anggota legislatif Kabupaten Bogor dan bakal calon anggota legislatif yang lain yang berasal dari FSPMI,” terang Iwan sumantoro selaku Sekretaris PUK SPL-FSPMI PT. Tonggak Ampuh sebagai tuan rumah acara tersebut.