Kemajuan Batam Tak Lepas Dari Jasa B.J. Habibie

B.J. Habibie lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936

Batam,KPonline – Di Batam nama Almarhum BJ Habibie menjadi sebuah legenda bagi kemajuan . Habibie pernah menjadi Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.

Pada 1973 Presiden ke 2 RI Soeharto meminta Habibie mengambil alih pengembangan Batam dari Pertamina. Dan Habibie meminta agar pengembangan Batam diubah. Dia ingin pengembangan Batam dilakukan dengan caranya sendiri dan Soeharto menyetujuinya. Dari sini, mulai merancang, mengonsep, dan merencanakan pembangunan untuk masa-masa yang akan datang.

Untuk bisa mengalahkan Singapura, luas Pulau Batam yang hanya 75 persen dari negara tersebut harus ditambah. Makanya dia memperluas daerahnya ke pulau lain di sekitarnya yakni Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru, dengan membangun enam Jembatan Barelang.

Sebagai konseptor dan orang pertama yang menjadi Kepala Otorita Batam (sekarang Badan Pengusahaan Batam), Habibie ingin Batam menjadi wilayah khusus ekonomi. Batam harus menjadi ujung tombak pembangunan dan moderenisasi Indonesia. Batam diarahkan menjadi pusat industri di dalam negeri.

Pembangunan Batam memasuki dekade ke dua ditentukan dengan keluarnya Keppres No.41/1978 yang menetapkan Pulau Batam sebagai bonded warehouse. Pada tahun itu ditandai dengan munculnya Teori Balon yang dicetuskan oleh BJ Habibie setelah bertemu dengan PM Singapura Lee Kuan Yew.

Semangat teori Balon itu adalah menjadikan Batam sebagai basis pertumbuhan ekonomi baru dengan memanfaatkan tumpahan industri dari Singapura. Diibaratkan Singapura sebagai sebuah balon besar yang terus menggelembung maka di siapkan daerah-daerah di sekitarnya sebagai balon-balon kecil yang mendapatkan suntikan angin dari balon induk.

Keppres 41/1978 itu semakin diperkuat oleh Keppres No56/1981 yang menetapkan Pulau Batam sebagai bonded warehouse ditambah dengan lima pulau sekitarnya meliputi Kasem, Moi-Moi, Ngenang, Tanjung Sauh, dan Janda Berias.

Pada masa penugasan Otorita Batam tahun 1979, disusunlah sebuah master plan oleh Departemen Pekerjaan Umum yang menetapkan empat fungsi utama pulau Batam yakni sebagai kawasan industri, free trade zone, alih kapal, dan pariwisata.

Kepergian Presiden RI-3, BJ Habibie ikut meninggalkan duka bagi keluarga besar warga Batam. “Selamat jalan pahlawan, jasa-jasa, karya-karya dan baktimu selalu kami banggakan dan akan kami jaga bersama,”