Habibie : “Batam selalu menjadi tempat yang menawan bagi saya”.

Batam,KPonline – Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu (11/9) malam pukul 18.05 WIB. Namun, ada sejumlah bisnis yang dijalankan oleh almarhum Habibie bersama keluarga yang belum usai.

Di bidang properti, keluarga Habibie tengah membangun kawasan Mega Superblok Meisterstadt di Batam. Di kawasan mega superblok ini akan dibangun berbagai macam properti.

Di antaranya akan dibangun 11 gedung pencakar langit, 8 tower apartemen sebanyak 6.500 unit, satu hotel, satu rumah sakit internasional, mal, pertokoan, dan satu tower perkantoran dengan 100 lantai. Nilainya pun fantastis, yakni sebesar USD 1 miliar atau setara dengan Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000).

Mengutip laman Pollux, Selasa (10/9/2019), superblok ini dibangun di atas lahan 9 ha yang terdiri dari 11 gedung pencakar langit termasuk 8 tower apartemen yang terdiri dari 6.500 unit, 1 hotel, 1 rumah sakit internasional.

Kemudian, di dalamnya memuat juga mal, pertokoan, dan 1 tower perkantoran yang direncanakan akan memiliki 100 lantai. Tak tanggung-tanggung, investasi untuk superblok ini mencapai US$ 1 miliar atau setara Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000). Hal ini menjadikannya sebagai salah saru proyek dengan nilai investasi terbesar di Batam.

Habibie berharap superblok ini menjadikan Batam sebagai kota yang maju dari segala sisi.

“Batam selalu menjadi tempat yang menawan bagi saya. Melalui pembangunan Meisterstadt, mari kita bangun kota Batam agar menjadi kota yang maju dan sempurna dari segala sisi. Meistestadt adalah wujud nyata berbagai proses perkembangan kota Batam,” katanya.

Nantinya, proyek ini juga dikembangkan dengan mengacu pada konsep kemajuan kota berstandar Jerman. Hal ini dapat dilihat pada komposisi bangunannya yang saling terintegrasi dengan beberapa proyek properti khususnya perkantoran dan rumah sakit.

Proyek ini merupakan hasil dari visi Habibie untuk menciptakan integrated vertical city yang terinspirasi dari standar kemajuan negara Jerman,.