KSPI Gelar Pendidikan Training of Trainers di Bogor, Perkuat Perlindungan dan Hak Hukum Pekerja

KSPI Gelar Pendidikan Training of Trainers di Bogor, Perkuat Perlindungan dan Hak Hukum Pekerja

Bogor, KPonline-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar kegiatan pendidikan Training of Trainers (ToT) yang berlangsung di Hotel Salak The Heritage, Bogor. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (4/5/2026) ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader serikat pekerja agar semakin siap menghadapi tantangan dunia ketenagakerjaan yang terus berkembang.

Mengusung tema “Enhancing Protection and Worker’s Legal Right”, pelatihan ini difokuskan pada penguatan pemahaman peserta mengenai perlindungan tenaga kerja serta hak-hak hukum pekerja di lingkungan kerja. Para peserta berasal dari berbagai daerah dan federasi yang tergabung serta berafiliasi dengan KSPI.

Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Mei 2026, dengan rangkaian agenda pendidikan intensif, diskusi kelompok, serta penyusunan rencana tindak lanjut bagi seluruh peserta.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Kegiatan dibuka oleh Rusmiatun dengan memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars KSPI, yang diikuti seluruh peserta dengan penuh antusias.

Memasuki sesi awal, materi disampaikan oleh Marupi selaku trainer utama. Pada sesi pembuka tersebut, peserta diajak saling memperkenalkan diri untuk membangun keakraban dan solidaritas antaranggota dari berbagai federasi yang hadir.

Dalam penyampaiannya, Marupi menegaskan bahwa sesi perkenalan merupakan bagian penting dalam proses pelatihan. “Perkenalan di awal adalah inti awal dari trainer, karena tanpa perkenalan peserta tidak bisa mengenal siapa trainernya,” ujar Marupi di hadapan seluruh peserta.

Materi pelatihan mencakup regulasi ketenagakerjaan terbaru, strategi advokasi hukum, teknik negosiasi bipartit, hingga tata cara pendampingan anggota yang menghadapi persoalan hubungan industrial. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan komunikasi publik dan kepemimpinan organisasi.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta berdiskusi mengenai berbagai persoalan riil yang dihadapi pekerja, mulai dari pemutusan hubungan kerja sepihak, pelanggaran normatif, hingga pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

KSPI menilai tantangan pekerja saat ini semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kader-kader yang tidak hanya militan, tetapi juga memahami aspek hukum dan strategi perjuangan modern. Melalui pendidikan ini, KSPI berharap lahir trainer-trainer handal yang siap memperkuat gerakan buruh di seluruh Indonesia.