Kecewa Pelayanan, FSPMI Segel Kantor Disnaker Tuban

  • Whatsapp

Tuban,KPonline– Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) cabang Kabupaten Tuban menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (3/8/2021), siang. Dalam aksinya, massa juga menyegel kantor Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja (Disnaker).

Para buruh itu menyegel kantor Disnaker Tuban karena kecewa kepada pegawai Disnaker yang tidak bisa menyelesaikan proses admistrasi para buruh dengan baik. Seperti kesalahan dalam penulisan data nama serikat buruh. Kesalahan menginput data menyebabkan mereka tak bisa mendapatkan bantuan sosial.

Bacaan Lainnya

“Kami kecewa kepada pegawai Disnaker yang lagi-lagi salah dalam mendata para pekerja. Padahal, proses pendataan buruh tersebut melibatkan banyak pegawai Disnaker,” kata Ketua FSPMI Cabang Tuban, Duraji.

Selain dianggap tidak cermat, lanjut Duraji dalam pendataan buruh. Salah seorang pegawai Disnaker juga membuat status di WhatsApp pribadinya. Status itu, kata Duraji, dianggap menyulut emosi para buruh.

“Ada satu pegawai yang tidak enak ketika dibaca, dan saya minta pegawai tersebut meminta maaf kepada kami. Terus terang kami dan buruh kecewa dengan status yang dia buat,” katanya sambil enggan memberitahu status apa yang dimaksud.

Sebenarnya, lanjut Duraji, persoalan administrasi para buruh bisa diperbaiki asal pegawai yang membidangi hal tersebut bisa diajak komunikasi. Saat para buruh meminta untuk dibetulkannya data yang salah melalui WhatsApp, mereka tidak menanggapinya.

“Sebenarnya bisa dilayani melalui aplikasi online, apalagi saat ini kan masa pandemi COVID-19 dan setiap kali kita konfirmasi lewat WhatsApp selalu tidak ditanggapi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnaker Tuban, Yoyok Imam S berjanji akan memperbaiki data yang salah dan ia juga mengucapkan minta maaf atas kesalahannya tersebut.

Meski sempat menutup kantor Disnaker, para buruh tersebut akhirnya membuka kembali pintu masuk pelayanan Disnaker setelah mereka (buruh) dimediasi oleh petugas kepolisian yang tengah mengawal aksi mereka.

“Setahu saya ada satu yang salah dan saya minta maaf karena kita manusia tidak luput dari salah,” pungkasnya. (idn)

Pos terkait