Kardinal Inisiasi Lahirnya Organisasi Perjuangan Rakyat di Rawa Pule

  • Whatsapp
Kardinal saat bertemu warga.

Jakarta, KPonline – Berawal dari agenda turun ke bawah dalam rangka sosialisasi ‘Buruh Go Politic’ 2019, Kardinal yang merupakan caleg untuk DPRD DKI JAKARTA nomor urut 7 dapil 8 Jakarta Selatan dari Partai Demokrat melakukan audiensi dengan warga. Banyak pengalaman yang didapat ketika terjadi komunikasi dua arah bersama warga masyarakat. Mulai dari permasalahan pendidikan, kesehatan, akte kelahiran, bahkan keperluan ambulance gratis.

Tidak hanya itu ada juga masalah pembuatan sertifikat gratis hingga penggusuran atau konflik pertanahan seperti yang terjadi di kampung Rawa pule, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang sudah terjadi konflik berkepanjangan sejak tahun 1970-an, antara warga yg terdiri dari 281 KK meliputi lahan 2,1 Hektar dengan pihak yang mengaku ahli waris.

Bacaan Lainnya

Setelah beberapa kali pertemuan kemudian berdasarkan pengalaman yang di dapat dari memimpin serikat pekerja maka diinisiasi lahirnya organisasi perjuangan Rakyat yang bernama ‘Forum Perjuangan Rakyat Rawa Pule’ yang dipimpin oleh seorang perempuan tangguh, militan dan berani yaitu Surmulyani.

Perempuan yang biasa dipanggil Yani ini yang juga kebetulan dosen salah satu universitas terkenal di Jakarta kemudian organisasi tersebut dideklarasikan pada Rabu, 24 Oktober 2018 yang di hadiri Taufiqurahman selaku ketua Fraksi DPRD DKI Jakarta dari partai Demokrat yang juga akan maju sebagai caleg DPR RI nomor urut dapil DKI II Jakarta (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan luar negeri).

Dengan semangat tinggi para peserta yang mayoritas perempuan begitu kompak dan siap melawan para mafia tanah bahkan warga tanpa ragu ragu akan mendukung penuh pencalonan Kardinal dan Taufiqurahman untuk terpilih menjadi anggota DPRD dan DPR RI.

Taufiqurahman, mengatakan bahwa dirinya dan Kardinal siap melakukan kontrak politik dan akan berada di barisan paling depan untuk bersama sama memperjuangkan hak tempat tinggal warga Rawa Pule.

Dalam kesempatan ini, Taufiqurrahman sempat menceritakan pengalaman nya sebagai anggota DPRD DKI Jakarta tahun 2010 bersama Kardinal memimpin langsung membebaskan jalan Pemuda Satu Rawamangun, Jakarta Timur yang sempat ditutup dan ditembok beton kemudian berhasil atas perjuangan bersama yang dipimpin organisasi.

Sebagai langkah awal, dia sudah berkirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta atas nama ketua Fraksi demokrat DPRD DKI Jakarta mengawal dan memperkuat surat yang sebelumnya sudah dikirimkan warga atas Nama Forum Perjuangan Rakyat Rawa Pule untuk beraudiensi dengan Gubernur serta pihak terkait seperti BPN, Walikota Jakarta Selatan, Camat, dan lurah setempat.

“Kami akan menularkan pola pola perjuangan di FSPMI kepada masyarakat Rawa Pule yaitu strategi Konsep, Loby, Aksi dan politik untuk memenangkan tuntutan masyarakat yang sudah puluhan tahun beranak pinak menempati tanah tersebut. Sudah seharusnya dalam hal ini negara turun tangan menyelesaikan masalah tersebut. Terutama BPN agar mencabut atau membatalkan sertifikat bodong atas nama pihak pihak yang mengaku ahli waris bahkan sertifikat tersebut yang aslinya tidak jelas keberadaan,” ujar Kardinal sang inisiator ‘Forum Perjuangan Rakyat Rawa Pule’ yang juga menjabat ketua PC SPAI FSPMI DKI Jakarta yang masih menggunakankan Seragam PDL Garda Metal karena sepulang mengikuti aksi di Kemenaker RI tolak kenaikan Upah 8,03 persen. Kardinal datang didampingi M. Hayadi selaku Sekretaris PC SPAI FSPMI DKI Jakarta.

Sebelum acara di akhiri di pimpin Taufiqurahman mengucapkan yel yel yaitu “Rawa Pule, Berjuang!” Hingga slogan “Rakyat Bersatu Tak Bisa dikalahkan.” (RJ).

Pos terkait