PUK FCC Hadiri Seminar Nasional :Transformasi Industri Otomotif di Era Disrupsi Teknologi dan Transisi Energi

PUK FCC Hadiri Seminar Nasional :Transformasi Industri Otomotif di Era Disrupsi Teknologi dan Transisi Energi

Karawang, KPonline – PUK SPAMK-FSPMI PT. FCC Indonesia menyoroti pentingnya kesiapan industri dan perlindungan tenaga kerja dalam menghadapi disrupsi sektor otomotif pada Seminar Nasional Sektor Otomotif dan Komponen yang digelar di Swiss-Belinn Hotel Karawang, Rabu (06/05).

Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Industri Otomotif di Era Disrupsi: Teknologi dan Transisi Energi, serta Strategi Litigasi dan Mitigasi untuk Perlindungan Pekerja dan Keadilan Sosial.” Tema tersebut dinilai sangat relevan di tengah pergeseran industri menuju kendaraan listrik dan otomatisasi berbasis teknologi.

Bacaan Lainnya

PUK SPAMK-FSPMI PT. FCC Indonesia, mengirimkan perwakilannya, Iwang Maulana selaku Ketua Bidang Infokom, Sosial dan Olahraga bersama Ahmad Abu Bakar selaku Bendahara, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Seminar ini memberikan wawasan yang sangat penting bagi pekerja di sektor komponen otomotif, khususnya bagi PT. FCC Indonesia yang selama ini bergerak di produksi komponen kendaraan konvensional.” Tuturnya

“Seminar ini sangat bermanfaat karena membuka perspektif kami terhadap perubahan industri yang sedang terjadi. PT FCC Indonesia sebagai produsen komponen kendaraan konvensional tentu akan sangat terdampak dengan peralihan ke kendaraan listrik,” ujar Iwang.

Di tengah agenda seminar, turut hadir perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting, sebagai bentuk dukungan terhadap dialog antara pemerintah dan serikat pekerja.

Sementara itu, Presiden FSPMI, Suparno, S.H., dalam pemaparannya menegaskan bahwa disrupsi industri otomotif merupakan tantangan nyata yang tidak dapat dihindari, baik dari sisi perubahan pasar maupun perkembangan teknologi.

“Tantangan terbesar bukan hanya menurunnya permintaan kendaraan konvensional akibat peralihan ke kendaraan listrik, tetapi juga kemajuan teknologi kecerdasan buatan dan robotik yang berpotensi menggantikan tenaga kerja manusia,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja agar tidak terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja di tengah perubahan industri.

Seminar ini diharapkan menjadi ruang strategis dalam merumuskan langkah konkret menghadapi disrupsi, sekaligus memastikan perlindungan pekerja tetap menjadi prioritas utama di tengah transformasi industri.

Infokom Fcc

Pos terkait