Karawang, KPonline – Ratusan anggota PUK SPAMK-FSPMI PT FCC Indonesia berangkat menuju Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5).
Sebelum keberangkatan, Ketua PUK bersama Ketua Bidang Organisasi memberikan arahan kepada para anggota di area perusahaan, tepat di depan loker, dalam suasana tertib dan penuh semangat solidaritas.
Ketua Bidang Organisasi PUK SPAMK-FSPMI PT FCC Indonesia, Opik Taufik, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya memahami sejarah panjang perjuangan kaum buruh, baik di tingkat global maupun nasional.
“Sejarah mencatat, penetapan waktu kerja 8 jam sehari merupakan hasil perjuangan besar kaum buruh pada 1 Mei 1886 di Amerika Serikat. Begitu juga dengan Tunjangan Hari Raya (THR) di Indonesia, yang lahir dari perjuangan sejak tahun 1950 dan mencapai puncaknya pada 1954. Ini membuktikan bahwa setiap hak yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan panjang yang tidak kenal lelah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PUK SPAMK-FSPMI PT FCC Indonesia, Jubal, juga menyampaikan imbauan kepada seluruh peserta aksi agar senantiasa menjaga keamanan, kesehatan, serta tetap tertib dan disiplin selama kegiatan berlangsung.
Ia menegaskan bahwa sikap disiplin dan solidaritas merupakan kunci utama agar aksi berjalan lancar, aman, dan pesan perjuangan dapat tersampaikan dengan baik.
“Kami mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga keselamatan selama perjalanan dan mengikuti arahan koordinator lapangan,” tambahnya.
Para anggota tampak antusias mengikuti briefing sebelum akhirnya bersiap menaiki bus yang telah disediakan. Keberangkatan dilakukan secara bersama-sama sebagai bentuk kebersamaan dan kekuatan kolektif organisasi.
Aksi May Day 2026 di Jakarta diperkirakan akan diikuti oleh ratusan ribu buruh dari berbagai daerah yang tergabung dalam afiliasi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Mereka membawa sejumlah tuntutan terkait peningkatan kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, serta kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada buruh.
Dengan mengusung semangat “Solidaritas, Persatuan, dan Perjuangan”, PUK SPAMK-FSPMI PT FCC Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.



