Bandung, KPonline – Dalam upaya memperkuat struktur organisasi dan mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, Pimpinan Cabang (PC) SPAMK-FSPMI Karawang menggelar kegiatan Pendidikan Training of Trainer (TOT). Kegiatan yang berlangsung 3 hari Rabu , Kamis & Jum’at pada tanggal 10 ,11 & 12 Juni 2026 bertempat di Hotel Grand Arjuna, Bandung, yang dikuti oleh berbagai elemen pengurus dari seluruh Pimpinan Unit Kerja (PUK) yang tergabung dalam wilayah binaan PC SPAMK-FSPMI Karawang.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Ketua PC SPAMK FSPMI Karawang, Asmat Serum, S.H., M.H. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan arti penting dari proses kaderisasi dalam sebuah organisasi. Menurutnya, kaderisasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah proses strategis untuk melahirkan generasi penerus yang memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen tinggi. “Kaderisasi sejatinya adalah upaya menciptakan generasi unggul yang mampu melanjutkan perjuangan organisasi. Disinilah peran pendidikan dan pembekalan menjadi sangat penting, karena melalui kegiatan seperti ini para kader akan dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Namun, perlu diingat bahwa ilmu yang didapat tidak akan bermanfaat jika hanya disimpan di dalam kepala saja. Oleh karena itu, setelah mengikuti pendidikan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan, mengimplementasikan, dan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh di lingkungan Pimpinan Unit Kerja masing-masing agar organisasi semakin kuat dari tingkat hingga akar rumput,” tegas Asmat di hadapan seluruh peserta.
Pendidikan Traning Of Trainner ini mendapat antusiasme yang tinggi dari seluruh jajaran pengurus. Sebanyak 20 Pimpiman Unit Kerja ( PUK ) yang ada di wilayah Karawang turut berpartisipasi, dengan total peserta yang mencapai 42 orang.
Para peserta merupakan unsur-unsur penting ditingkat unit kerja, meliputi Ketua PUK, Sekretaris, Ketua Bidang, serta anggota pleno yang ditunjuk sebagai perwakilan. Keberagaman latar belakang dan jabatan ini diharapkan dapat memperkaya diskusi serta memastikan bahwa hasil pendidikan akan tersebar merata ke seluruh lapisan organisasi.
Memasuki sesi materi pertama, kegiatan dipandu oleh Kusyanto, S.H., yang membawakan topik mengenai “Teknik Perkenalan sebagai Awal Membangun Dialog dan Komunikasi”. Materi ini disusun sebagai pondasi awal, mengingat kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan yang baik merupakan hal mendasar yang harus dimiliki oleh seorang pelatih maupun pengurus organisasi. Dalam sesi ini, suasana berlangsung interaktif dan akrab. Seluruh peserta diberikan kesempatan secara bergantian untuk memperkenalkan diri, menyebutkan asal instansi atau PUK tempat mereka bertugas, serta berbagi sedikit harapan mereka mengikuti kegiatan ini. Tidak hanya itu, peserta juga diminta untuk saling memperkenalkan rekan yang duduk di sebelahnya, sehingga tercipta suasana saling kenal, akrab, dan mempererat tali persaudaraan antar sesama kader yang hadir. Sesi ini menjadi langkah awal yang baik untuk membangun kebersamaan dan kekompakan yang akan menjadi modal utama dalam mengikuti rangkaian materi selanjutnya.
INFOKOM FCC



