Gelora May Day 2026 Heri Novianto PARIN: Buruh Satukan Suara untuk Keadilan dan Kepastian Kerja

Gelora May Day 2026 Heri Novianto PARIN: Buruh Satukan Suara untuk Keadilan dan Kepastian Kerja

Surabaya, KPonline – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 di Kota Surabaya berlangsung penuh semangat dan solidaritas. Aksi yang digelar pada 1 Mei 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi ribuan buruh untuk menyuarakan aspirasi mereka demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan di dunia kerja.

 

Bacaan Lainnya

Aksi dimulai dengan titik kumpul di kawasan Jalan Ketintang IV, Kecamatan Ketintang, sejak pukul 09.30 WIB. Massa buruh dari berbagai serikat pekerja tampak memadati lokasi dengan membawa atribut organisasi, spanduk, serta poster berisi tuntutan. Dengan penuh semangat, mereka kemudian melakukan long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur yang berlokasi di kawasan Alun-alun Contong, tepatnya di Jalan Pahlawan No.110, Kecamatan Bubutan. Aksi ini berlangsung hingga pukul 17.22 WIB dengan situasi yang relatif kondusif.

 

Dalam aksi tersebut, Heri Novianto yang menjabat sebagai Kabid 7 PP SPLP bidang K3, sekaligus Waka 3 PC SPLP Sidoarjo, Waka 2 KC Sidoarjo, dan Waka 1 PUK SPLP FSPMI PT Pakarti Riken Indonesia (Parin), menyampaikan orasi yang menggugah kesadaran para buruh.

 

Heri Novianto menegaskan bahwa May Day bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum refleksi bagi kaum pekerja untuk memahami posisi mereka dalam struktur ketenagakerjaan. Menurutnya, buruh tidak bisa lagi hanya bergantung pada keadaan tanpa adanya upaya kolektif untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

 

May Day adalah momentum bagi kaum buruh untuk sadar akan posisi diri dan kelompoknya. Kita tidak bisa lagi bergantung pada keadaan yang ada. Harus ada kesadaran bersama untuk menciptakan iklim yang berpihak kepada buruh,” tegasnya di hadapan massa aksi.

 

Lebih lanjut, Heri Novianto menyoroti pentingnya regulasi yang berpihak kepada pekerja serta perlindungan nyata dari negara. Ia juga mengakui bahwa masih banyak buruh yang belum memiliki kesadaran untuk berserikat dan menjalankan instruksi organisasi secara optimal. Hal ini, menurutnya, menjadi bahan introspeksi bagi gerakan buruh itu sendiri.

 

Kesadaran untuk berserikat masih perlu ditingkatkan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas kita bersama untuk memperkuat solidaritas dan disiplin organisasi,” tambahnya.

 

Dalam aksi tersebut, para buruh menyampaikan sejumlah tuntutan utama, di antaranya penegakan hukum yang adil, perlindungan terhadap jaminan kepastian kerja, pemberian upah yang layak, serta jaminan sosial yang menyeluruh. Mereka berharap pemerintah dapat segera merealisasikan tuntutan tersebut melalui kebijakan yang konkret dan berpihak kepada pekerja.

 

Aksi May Day 2026 di Surabaya ini menjadi simbol kuat bahwa perjuangan buruh masih terus berjalan. Dengan semangat kebersamaan dan solidaritas, para pekerja berharap suara mereka tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang nyata demi masa depan yang lebih adil dan sejahtera.

Pos terkait