Morowali, KPonline – Manajemen PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memberikan jawaban atas tuntutan Gerakan Persatuan Buruh Morowali (GPBM) dalam pertemuan yang digelar Sabtu, 9 Mei 2026 di Kantor IMIP, Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.
GPBM merupakan aliansi serikat pekerja di kawasan IMIP yang terdiri dari SPLP FSPMI, F-SPIM, SPIS, SBIPE, NIKEUBA, SEBUMI, dan SBIMI.
Sebelumnya, pada aksi May Day 1 Mei 2026 di Kawasan IMIP, GPBM menyuarakan sejumlah tuntutan.
Poin utama yang disorot antara lain :
1. Penolakan terhadap praktik outsourcing yang merajalela di IMIP
2. Penghapusan sistem kerja kontrak berkepanjangan untuk pekerjaan inti
3. Penerapan upah layak bagi seluruh pekerja di kawasan industri
4. Jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, K3, yang serius dan menyeluruh
“Masalah di Morowali tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Dengan bersatu dalam GPBM, suara buruh akan lebih kuat didengar oleh perusahaan dan pemerintah,” ujar salah satu perwakilan serikat saat aksi 1 Mei lalu.
Dalam pertemuan 9 Mei 2026, manajemen PT. IMIP menyampaikan jawaban tertulis yang memuat setidaknya 20 poin. Namun, perwakilan GPBM menyatakan seluruh jawaban tersebut tidak memuaskan dan tidak menjawab substansi tuntutan yang dibawa pada aksi May Day.
“Dari 20 poin jawaban manajemen, tidak ada satu pun yang menyentuh akar masalah. Soal outsourcing, kontrak berkepanjangan, upah layak, dan K3 hanya dijawab normatif. Tidak ada komitmen nyata untuk perubahan,” tegas Murtarto selaku perwakilan GPBM usai pertemuan.
GPBM menilai jawaban manajemen masih berputar pada penjelasan prosedur yang sudah ada, tanpa langkah konkret menghentikan praktik outsourcing di pekerjaan inti dan tanpa skema pengangkatan pekerja kontrak yang sudah bertahun-tahun.
Atas hasil pertemuan ini, GPBM menyatakan kekecewaan dan akan melakukan konsolidasi internal untuk menentukan langkah lanjutan. Opsi aksi massa lanjutan tidak ditutup jika perusahaan tetap abai.
“Buruh Morowali sudah bersatu. Kalau dialog tidak didengar, jalanan akan jadi tempat kita bersuara lagi. Tuntutan May Day bukan basa-basi,” pungkas Murtarto.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT. IMIP belum memberi keterangan pers resmi terkait hasil pertemuan tersebut.
Penulis : Syukur
Editor : Yanto