Jamkeswatch Gresik Dampingi Cek Medis Ghani, Bayi Dengan Lambung Buatan

  • Whatsapp

Surabaya, KPonline – Setelah sebelumnya sempat mendatangi kediaman Ghani yang berada di Lamongan bersama Jamkeswatch Gresik dan Relawan WSL (Warung Sedekah Lamongan), untuk melihat langsung kondisi bayi mungil dengan lambung buatan ini, yang dimana pada saat bersamaan di dapatkan pula informasi terkait kebutuhan kantung stomabag/colostomy bag (kantung penampung feses) pada Ghani.

Hari ini Rabu (19/09/2018) sesuai jadwal kontrol medis Ghani, Jamkeswatch Gresik melakukan pengawalan ke poli bedah anak RSUD Dr. Soetomo – Surabaya. Hal ini di lakukan hanya untuk sekedar mengetahui dengan pasti dimana letak problem yang terjadi ketika penggunaan hingga berapa jumlah kantung stomabag yang akan dipergunakan bagi Ghani setiap pekannya.

Dari konfirmasi langsung dengan pihak dokter yang menangani, di jelaskan bahwa kebutuhan kantung stomabag tidak bisa di prediksi. Entah harus berapa kali di ganti dalam satu minggu. Jika tim dokter di suruh untuk menjelaskan itu, sama saja mencoba menghitung bensin 2 liter lalu dapat digunakan berapa hari. Namun satu hal yang pasti, bahwa tim dokter saat itu telah memberikan resep berdasarkan kebutuhan medis adik Ghani.

Dari temuan yang di dapat dari hasil komunikasi dengan Tim dokter, bagian farmasi dan dari pihak BPJS Kesehatan di jelaskan bahwa anjuran resep yang di keluarkan adalah tetap berdasarkan paket INA CBGs. Jadi hal itu sudah sesuai regulasi yang ada.

Sebelumnya ibu Ghani telah menjelaskan, bahwa kebutuhan stomabag bagi Ghani adalah antara 3-5 kantong tiap hari. Dan
untuk yang di resepkan hari ini, hanya berjumlah 5 kantong. Jamkeswatch berharap ada peranan penting dari pemda setempat dan dinas terkait dalam penyediaan kekurangan stomabag yang di butuhkan. Karena kita semua juga berharap niatan jual ginjal yang pada kesempatan sebelumnya sempat dilakukan oleh ibu pasien untuk membeli kebutuhan medis anaknya, tidak muncul lagi.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran pemerintah dalam menyediakan dan memberikan kebutuhan medis yang di butuhkan adek Ghani sebelumnya. Dan kami berharap banyak, pemerintah bisa memberikan solusi jangka panjang bagi adek Ghani dalam hal kebutuhan stomabagnya hingga operasi penutupan perutnya dilakukan.” Ujar Zahid saat dihubungi melalui selular.

“Dari hasil pemeriksaan hari ini, kondisi adek Ghani belum siap untuk naik meja operasi. Tapi Semoga hasil lab dan foto rontgen, hasilnya bagus. Sehingga rabu depan tim dokter bisa melakukan tindakan operasi penutupan perutnya.” Tambah pria asli kelahiran Gresik ini.

(Zetkabe – Gresik)